Berita

Mantan Komisioner KPK M. Jasin/Net

Politik

M. Jasin Dorong Seleksi Capim KPK Dilakukan DPR Sekarang

JUMAT, 12 JULI 2019 | 10:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK diminta untuk dapat memastikan kinerja tepat waktu. Hal itu agar terhindar dari konflik kepentingan pada proses seleksi capim KPK itu sendiri.

Begitu kata mantan Komisioner KPK M. Jasin saat dikonfirmasi wartawan sesaat lalu di Jakarta, Jumat (12/7).

"Yang memperoleh legitimasi kan DPR-nya untuk memilih KPK yang baru. Intinya masyarakatnya itu yang menentukan komposisi DPR yang sekarang ini. Karena punya legitimasi," ujar Jasin.


Jasin menilai, apabila proses pemilihan capim KPK sampai berlanjut di periode DPR berikutnya, justru akan sangat sarat dengan kepentingan politik perebutan kursi antirasuah.

"Ya saya enggak tahu pertimbangannya. Aspek politik itu sudah," kata Jasin.

Dia menjelaskan, dari 192 orang capim KPK dinyatakan lolos seleksi administrasi, kemudian pansel akan menyerahkan 10 nama ke Presiden Joko Widodo. Nantinya, diserahkan ke DPR RI Komisi III untuk uji kelayakan (fit and propertise).

"Jadi untuk mengirim 10 nama ke DPR itu ya memang kuncinya ada di pansel. Panselnya yang harus bekerja keras mengirim yang 10 itu," tutur Jasin.

Lebih lanjut, Jasin berharap untuk KPK kedepan dapat mengoptimalkan program baik di bidang penindakan maupun pencegahan. Meskipun kata dia, program pencegahan harus lebih ditekankan untuk mewujudkan reformasi birokrasi.

"Yang lebih penting itu pencegahan. Karena itu program reformasi birokrasi yang ada di KPK. Monitoring, merubah sistem yang korup dan tidak korup. Jadi tidak hanya nangkap sana nangkap sini, tapi sistemnya jelek. Itu tugas pimpinan KPK kedepan," pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya