Berita

Nyarwi Ahmad/Net

Politik

Nyarwi Ahmad: Menteri Ekonomi Boleh Politisi, Yang Penting Kompeten Dan Inovatif

JUMAT, 12 JULI 2019 | 00:18 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Wajar rasanya bila seorang presiden merasa tidak puas dengan kinerja menteri dan kemudian memberikan teguran keras. Seperti yang dilakukan Presiden Jokowi dalam Rapat Kabinet di Istana Bogor hari Senin lalu (8/7).

Menurut pengamat politik Nyarwi Ahmad, agar kejadian serupa tidak terulang dalam kabinet berikutnya, Jokowi perlu memberikan kesempatan kepada sosok yang lebih gesit dan tidak punya beban politik.

Dalam perbincangan dengan redaksi, Nyarwi mengatakan, kriteria utama bagi seorang menteri, apalagi menteri di bidang ekonomi, adalah kemampuan dan daya inovasi dalam menjalankan tugas, serta keberanian mengambil terobosan.


Soal apakah seorang menteri merupakan anggota partai politik atau tidak, masih menurut Nyarwi, tidak begitu signifikan.

Sebab dalam kenyataannya, ada tokoh yang walaupun bergabung dengan salah satu partai politik namun memiliki kompetensi, kemampuan dan dapat bekerja secara profesional.

Di sisi lain, ada juga tokoh yang terlihat profesional tetapi memiliki kedekatan dengan elit politik, dan tidak bisa menjaga independensi.

Jadi menurut hemat Nyarwi, tidak ada salahnya mempercayakan posisi bidang ekonomi kepada seseorang yang dekat dengan kelompok politik tertentu asalkan hal itu tidak membebani pekerjaannya sebagai seorang menteri, dan dia dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.

“Tantangan (yang dihadapi) cukup kompleks. Pertumbuhan ekonomi kita masih sekitar 5 persen. Artinya masih banyak yang belum puas terhadap pertumbuhan itu. Tentu saja ekonomi  menjadi kunci dalam politik elektoral,” demikian Nyarwi.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya