Stadion Diponegoro, tempat puncak perayaan Hari Otoda/Net
Ada alasan khusus yang melatari Kabupaten Banyuwangi ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Hari Otonomi Daerah (Otoda) Nasional ke-23 pada Kamis, (25/4) mendatang.
Salah satunya, karena Banyuwangi dinilai sebagai kabupaten yang memiliki segudang inovasi. Pada tahun 2018 lalu, Banyuwangi meraih Kabupaten Paling Inovatif di Indonesia dari Kemendagri dengan mengusung 341 inovasi daerah.
“Ini adalah even dua tahunan Pemprov Jatim, yang kebetulan tahun ini Banyuwangi ditunjuk gubernur jadi tuan rumah karena dinilai gudangnya inovasi. Momennya kita barengkan dengan peringatan Hari Otoda,†kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (22/4).
Dia berharap pameran ini menjadi kesempatan bagi daerah, khususnya Banyuwangi sebagai tuan rumah, untuk bisa saling bertukar pikiran dan belajar mengenai inovasi publik.
Hal senada juga diungkapkan oleh Asisten Pemerintahan Choiril Ustadi. Menurutnya, Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah karena berhasil mempertahankan penghargaan Satya Lencana Karyabhakti Praja Nugraha dari tahun 2015, 2016, dan 2017.
“Atas prestasi tersebut, kita dipercaya menjadi tuan rumah peringatan Hari Otoda Nasional,†kata Ustadi.
Ditambahkan Ustadi, pemkab juga menyiapkan serangkaian acara menarik untuk memeriahkan Hari Otoda.
Pada 23 April, akan digelar Festival Banyuwangi Kuliner dan Art Week. Even untuk promosi kuliner daerah dan pameran produk UMKM ini berlangsung selama 5 hari, mulai 23 hingga 27 April di Taman Blambangan.
Lalu pada 24 April ada Festival Kebaya yang menampilkan desain busana kebaya karya desainer nasional dan lokal Banyuwangi di Gedung Seni dan Budaya.
Selanjutnya pada 25 April ada pembukaan Agro Expo Banyuwangi, yang menampilkan kekayaan pertanian lokal di atas lahan seluas 10 hektare.
“Mendagri dan Menpan dijadwalkan akan membuka Agro Expo ini seusai upacara Otoda. Lokasinya ada di Deas Tamansuruh, di lereng Gunung Ijen. Lokasinya dikemas sangat menarik dan instagramable, dengan hawa yang sejuk pegunungan,†kata Ustadi.
Selain itu, masih ada rangkaian festival, yakni Festival Toilet dan Kali Bersih (26 April) dan kompetisi balap sepeda perempuan, Women Cycling Challenge pada Sabtu, 27 April.
“Semua festival ini akan menjadi atraksi wisata yang menarik bagi para tamu undangan dan wisatawan yang akan berlibur akhir pekan ini di Banyuwangi,†pungkas Ustadi.