Berita

Foto:Net

Politik

PILPRES 2019

50 Ribu Buruh Akan Hadiri Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Di GBK

JUMAT, 05 APRIL 2019 | 10:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sedikitnya 50 ribu buruh yang tergabung dalam Relawan Rumah Indonesia - Konderasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan hadir dalam kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4).

Selain mengkonsolidasikan struktur organisasi, Presiden KSPI Said Iqbal juga menyampaikan seruan terbuka agar kaum buruh hadir dalam kampanye akbar tersebut.

"Ayo beramai-ramai, berbondong-bondong, dan bergembira ria seluruh buruh DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten datang di acara kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK. Biayai dirimu sendiri dengan biaya swadaya masing-masing demi perubahan nasib kaum buruh dengan memenangkan Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia," kata Said Iqbal, Jumat (5/4).


Selain itu, puluhan ribu buruh ini juga akan menyambut rekan-rekan mereka yang melakukan longmarch (jalan kaki) Surabaya-Jakarta sejak tanggal 24 Maret 2019.

"Tanggal 7 April nanti mereka akan tiba di Jakarta. Kami siap menyambut kedatangan para pejuang buruh, yang dengan penuh keihlasan dan kesungguhan melakukan perjalanan ratusan kilometer untuk melakukan sosialiasi guna memenangkan Prabowo-Sandi," ujar Said Iqbal.

Pagi ini, rombongan longmarch Surabaya-Jakarta berangkat dari Purwakarta setelah kemarin berangkat dari Gedung Sate, Bandung.

Buruh Indonesia mendukung Prabowo Subianto, karena calon presiden nomor urut 02 ini telah menandatangani kontrak politik dengan kaum buruh yang disebut Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat (Sepultura).

Sepultura berisi anara lain: Menghapus kebijakan upah murah dengan cara mencabut PP 78/2015 tentang Pengupahan dan menambah komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi 84 item; Menghapus outsourcing dan penyalahgunaan pemagangan; Merumuskan kebijakan agar guru dan tenaga honorer diangkat menjadi PNS; Meningkatkan manfaat dan pelayanan BPJS Kesehatan dan Jaminan Pensiun; Meningkatkan pendapatan dan status kepastian hukum terhadap pengemudi transportasi online (ojol); dan Penyediaan perumahan dan transportasi murah.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya