Berita

Habib Rizieq/Net

Politik

Habib Rizieq: Bukan Soal Keislaman, PBB Adalah Partai Pengkhianat

RABU, 03 APRIL 2019 | 17:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Front Pembela Islam (FPI) memilih menabuh genderang perang dengan Partai Bulan Bintang (PBB) dengan menarik seluruh anggotanya dari kepengurusan maupun calon legislatif PBB.

Menurut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, keputusan tersebut sudah benar meski PBB berbasis partai Islam.

"Jadi persoalannya bukan ini partai Islam atau bukan, ini persoalan pengkhianatan. Yang namanya pengkhianat tidak boleh kita biarkan dan dibenarkan," kata Habib Rizieq dalam video Front TV.


Pengkhianatan yang dimaksud adalah dengan ingkarnya partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra mendukung Prabowo dan tak mengindahkan keputusan Ijtima Ulama dan memilih mendukung Jokowi-Maruf.

Meski PBB sebagai partai berbasis Islam, keputusan tersebut dianggap tak menjadi masalah. Bahkan Habib Rizieq juga mengaku pernah ada partai Islam lain yang lebih besar dari PBB melakukan pengkhianatan. Salah satunya Partai Persatuan pembangunan (PPP).

"PPP kita tinggalkan karena khianat, maka PBB juga kita tinggalkan karena khianat," imbuh Habib Rizieq.

Diakui, PPP pernah berkhianat dengan memilih mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pilgub DKI 2017 silam. Padahal, FPI menganggap Ahok merupakan sosok arogan dan kafir.

"Sementara pemilih PPP menyatakan jangan pilih orang kafir, arogan lagi. Mereka menolak (tapi) PPP tetap memakskan kehendaknya. Itu pengkhianatan," kata Habib Rizieq.

Pun demikian pada gelaran Pilpres 2019. PPP lagi-lagi berseberangan dengan mendukung petahana, Jokowi-Maruf.

"Kita berharap PPP taubat dalam Pilpres, ternyata tak kunjung tiba taubatnya," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya