Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Penyingkiran Prabowo Kali Ini Akan Gagal

SABTU, 30 MARET 2019 | 07:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Susah kalau seorang jenderal tidak pernah ke medan perang. Saat ini, tidak sedikit purnawirawan jenderal yang jadi pengecut, beraninya perang intelijen memakai fasilitas negara. Katanya perang total, tapi memakai aparatur negara untuk melumpuhkan lawan dari belakang.

Demikian disampaikan Inisiator ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi), Fahri Hamzah menanggapi kondisi politik terkini khususnya jelang Pilpres 2019.

Jelas Fahri, jenderal-jenderal itu berbeda dengan Prabowo Subianto. Calon Presiden nomor urut 02 itu adalah jenderal tempur, dia terjun ke medan perang, terjun beneran pakai parasut, pertaruhkan nyawa.


"Kata prajuritnya, '.. dia kan mantu presiden, sebenarnya bisa menghindar. Dia tidak mau. Dia turun ke battle pertaruhkan nyawa...' Maka dia ksatria," ujar wakil ketua DPR ini di akun twitternya.

Sikap kesatria Prabowo ditunjukkan dengan keberanian berhadap-hadapan, berkata apa adanya, dan mengerti etika dalam menyerang lawan.

"Bangsa ini tahu bagaimana sang jenderal bertempur di medan perang. Dan sekarang kita melihat bagaimana sang jenderal bertempur di medan politik. Sama, ksatria," ujar Fahri lagi.

Lalu Prabowo difitnah, tuduhan yang dibuat secara sepihak, dengan motif politik dan penyingkiran. Dia terima, dan dia diam. Prabowo ambil tanggung jawab putus sampai di dia. Dia jaga apa yang dia anggap benar, tapi tidak pernah dia bicara. Jelas Fahri, Prabowo diam dalam sepi.

Setelahnya, Prabowo malah menghindar dan menyibukkan diri menjadi pengusaha, dia tunjukkan bahwa dia bisa meneruskan perjalanan, dia tidak mau patah dan menjual diri pada orang. Sementara itu, jenderal abal-abal berpesta pora memperkaya diri entah dari mana, menjadi beking mafia.

Lanjut Fahri, setelah dulu Prabowo difitnah, sekarang mau difitnah lagi. Bahkan dengan tujuan yang lebih kejam. Segala peluru kotor akan mereka pakai. Mereka takut jenderal ksatria ini berkuasa karena dia terlalu tahu siapa mereka. Padahal santai saja, ksatria tidak akan balas dendam.

"Penyingkiran @prabowo kali ini akan gagal. Dia akan dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke-8. Dari dulu dia dipanggil 08. InsyaAllah ini akan jadi kenyataan. Dia akan memimpin dengan adil dan bijaksana, dia akan menjaga persatuan dan rekonsiliasi," ungkapnya.

Untuk itu, Fahri meminta para jenderal agar kembali bersama Prabowo.

"Para jenderal yang terhormat, kembalilah kalian ke belakang @prabowo. Jangan bohongi diri sendiri. Permainan sudah selesai, kepalsuan ini jangan diteruskan. Ini saatnya bersatu membangun negeri, menjaga NKRI dan menjaga ideologi negara Pancasila dan UUD 1945," terangnya.

Mari bersatu kembali, akhiri cerita fiksi tentang Prabowo. Jangan dustai sejarah, bangsa ini terlalu mengenal dia, para jenderal terlalu mengenal dia, bagaimana mau bikin cerita fiksi? Bagaimana bikin fiksi soal cucu pendiri bangsa dan pejuang NKRI?

"Sudahlah, mari tutup buku lama, kita buka lembaran baru. Mari melangkah ke depan. Ini tentang sikap yang benar di atas timbangan sejarah. Kita tidak bisa terus berbohong pada nurani kita sendiri. Kita tidak bisa menegakkan benang basah. Ini waktunya kita memulai lagi," tutup Fahri.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya