Berita

Foto:Net

Politik

PILPRES 2019

Jangan Halalkan Segala Cara Untuk Kepentingan Elektoral

JUMAT, 15 MARET 2019 | 18:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gema Muslim Indonesia (GMI) menyerukan akan mengalahkan pasangan calon pilpres yang didukung kelompok yang kerap menyebarkan fitnah dan hoax. Fitnah dan hoax sering menyasar Jokowi-Maruf.

"Sudah cukup Presiden Jokowi difitnah, mulai dari tidak ada azan, legalkan zina. Banyak juga yang tebar hoax. GMI akan allout kalahkan capres yang didukung kelompok yang tukang fitnah tersebut," kata Ketua GMI, Abdullah Kelrey dalam diskusi bertajuk "Semakin Sumuk, Pemilu 2019 Bukan Perang Badar!!" di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta (Jumat, 15/3).

GMI mengajak masyarakat untuk mendukung pemilu damai tanpa hoax, ujaran kebencian dan politisasi SARA. Di sisi lain mereka mengajak publik ikut menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UU 1945.


"Kami juga mengecam pihak yang sudah melakukan ancaman kepada Jokowi. Seruan people power Amien Rais tidak patut dicontoh," kata Dullah.

Di tempat yang sama, pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie menyatakan ancam mengancam sejatinya bukan gaya berpolitik bangsa Indonesia.

Pasalnya, rakyat sangat menjujung tinggi peradaban. Untuk itu diharapkan tidak ada yang menghalalkan segala cara guna memuluskan kepentingan elektoral.

Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais sebelumnya mengungkapkan, kepada seluruh relawan Prabowo-Sandi, jika dalam pemilu nanti ditemukan adanya kecurangan, maka jangan sungkan untuk turun ke jalan karena TNI akan ikut bersama rakyat.

"Kita beri tahu ke aparat keamanan jangan main-main dengan rakyat, nanti kalau tim IT kita punya bukti kecurangan yang terukur sistematis dan massif, kita akan tolak hasil itu, kita akan people power," sebut Amien.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya