Berita

Budiman Sudjatmiko/RMOL

Politik

Relawan Prabowo: Budiman Sudjatmiko Harus Minta Maaf Kepada Seluruh Emak-emak

JUMAT, 01 MARET 2019 | 16:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Relawan Prabowo-Sandi yang tergabung dalam #PASTI2019 mengecam keras pernyataan politisi PDIP Budiman Sudjatmiko di media yang menuduh kubu 02 berkampanye dengan cara-cara yang mirip teroris atau menculik.

"Itu fitnah dan tuduhan keji di atas kemerdekaan berdemokrasi," kata Wasekjend Kornas #PASTI2019 Toto Sugiarto, Jumat (1/3).

Hal itu diungkapkan Budiman untuk merespons penangkapan tiga orang perempuan relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES) Karawang atas dugaan kampanye hitam di Karawang.


Dia menilai strategi kampanye hitam kubu Prabowo-Sandiaga mirip teroris karena kerap mengandalkan kaum perempuan sebagai tameng untuk menjalankan aksi-aksi kampanye hitam.

Jelas Toto Sugiarto, penangkapan yang dialami oleh aktivis emak-emak relawan PEPES di Karawang, itu tidak mendasar, dan ini juga sebagai pernyataan bodoh yang dilontarkan oleh seorang tokoh politisi mantan aktivis yang seharusnya tidak patut dilontarkan.

"Tuduhannya adalah bukti kepanikan melihat apresiasi perjuangan emak-emak militan seluruh nasional dari pelosok-pelosok desa dan kota yang turun gunung," ungkap Dewan Pendiri Keluarga Gerakan Indonesia Raya (KGI) ini.

Emak-emak yang ghirohnya melebihi semangat bapak-bapak dalam perjuangannya, mereka hanya mau Indonesia adil dan makmur serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri tanpa kelaparan dan kesusahan.

"Dan kami dari semua relawan menganggap ini bukan sebagai target politik yang dikorbankan oleh BPN Prabowo-Sandi. Saya sebagai pelaku dan bagian dari relawan Prabowo-Sandi menganggap itu fitnah yang sangat keji apalagi dituduhkan kepada seseorang yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap dan semua masyarakat yang menginginkan perubahan," tutur Toto Sugiarto.

Menurutnya, fenomena Pilpres 2019 atas meluasnya dukungan emak-emak keluar dari dapur itu adalah hal positif di negara demokrasi. Artinya masyarakat sudah mulai cerdas dan tidak mau dikebiri oleh penguasa, karena kaum emak-emak sebagai korban pertama yang merasakan kesusahan jika pemerintah tidak cakap menjalankan roda ekonomi pemerintahan.

"Tanpa disadari Budiman yang ketua partainya juga emak-emak dan masih banyak kader partainya dari kaum politisi perempuan, harusnya menyadari kecerdasan berpikir taktis serta reaktif dan kepekaan hati dari kaum perempuan," ucapnya.

"Menurut kami Budiman harus meminta maaf terhadap semua emak-emak atau kaum perempuan di seluruh nusantara yang berjuang untuk perubahan, dan mencabut tuduhan fitnah keji tanpa data dan bukti kepada emak-emak, itu kalau memang Budiman lelaki sejati," tutup Toto Sugiarto menambahkan. ***

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya