Berita

Razikin Juraid/Net

Politik

Profesionalisme Tentara Kabur Jika Perwira TNI Bisa Isi Jabatan Publik

RABU, 13 FEBRUARI 2019 | 02:15 WIB | LAPORAN:

Profesionalisme dan komitmen keprajuritan TNI akan menjadi kabur jika perwira menengah dan tinggi diberi ruang untuk mengisi jabatan di institusi sipil. Selain itu, supremasi pemerintahan sipil juga akan lenyap.

Begitu tegas Ketua Hukum, HAM dan Advokasi Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Razikin Juraid menanggapi wacana revisi UU 34/2004 tentang TNI. Revisi ini diyakini akan memberi peluang perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) TNI masuk kementerian/lembaga di Indonesia.

Menurut Razikin, ide tersebut merupakan sisa-sisa semangat dari doktrin Dwifungsi ABRI.


"Sebaiknya Panglima Hadi Tjahjanto berpikir ke arah meningkatkan profesionalitas dengan secara konsekuen menjalankan amanah UU 34/ 2004 tentang TNI," tegas mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu dalam keterangan pers yang disebarluaskan, Selasa (12/2).

Diakui Razikin, kehadiran para perwira TNI di birokrasi sipil memang bisa memacu peningkatan kinerja birokasi eksekutif itu sendiri. Namun penting juga disadari dampak yang kemudian ditimbulkan. Misalnya yudakatif dan legislatif akan mengalami pelemahan.

"Sehingga check and balances tidak dapat berlangsung," imbuhnya.

Sebaiknya, sambung Razikin, Panglima TNI berpikir ke arah profesional. Bukan justru mengemukakan wacana yang menyiratkan keinginan kuat untuk memperluas wilayah kekusaan TNI dari kekuatan (force) ke arah kekuasaan (power).

Sebab, menurut dia, hal tersebut sangat berbahaya, baik bagi institusi TNI sendiri maupun bagi masa depan demokrasi, utamanya supremasi sipil.

"Berbahaya bagi TNI karena dapat melemahkan profesionalisme dan mengaburkan komitmen keprajuritan," tandasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya