Berita

Prabowo/Net

Politik

PILPRES 2019

PSI Khawatir Dengan 'The Prabowo Show'

SABTU, 12 JANUARI 2019 | 06:19 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Fenomena "The Prabowo Show" yakni pertunjukkan politik penuh kepalsuan dan kebohongan, berisi narasi fitnah dan prasangka dikhawatirkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam dan mengingat kembali adegan demi adegan kebohongan yang ia sebut The Prabowo Show.

Ia menyebut, pada bulan Juli 2018, Prabowo dua kali melontarkan tuduhan tanpa dasar.


"Tuduhan pertama, Prabowo menyebut selama lima tahun terakhir, kurang-lebih 50 persen rakyat Indonesia hidupnya tambah miskin. Faktanya: Data BPS menunjukkan bahwa jumlah orang miskin pada Maret 2018 adalah 25,95 juta jiwa, atau 9,82 persen," ucap Grace seperti dilansir  RMOLJabar, Jumat (11/1).

"Jumlah orang miskin Indonesia saat ini adalah yang terendah sepanjang sejarah Indonesia Merdeka," sambung Grace.

Sementara Grace mengungkapkan tuduhan kedua yang diungkapkan Prabowo ialah pernyataan bahwa saham Pertamina sebagian sudah dijual, bahwa Garuda, PLN, dan Perusahaan Gas Negara bangkrut, bahwa BRI banyak utang.

"Faktanya, nilai aset BUMN selama tiga tahun terakhir naik tiga ribu triliun rupiah dan tercatat bahwa laba BUMN keseluruhan meningkat terus setiap tahunnya," tuturnya.

Grace melanjutkan, September 2018, calon presiden nomor urut 02 tersebut mengatakan, Indonesia terancam jadi negara miskin selamanya.

"Faktanya, Sejak 2003 kita sudah masuk Negara berpenghasilan menengah, bahkan diproyeksikan akan menjadi Negara berpenghasilan menengah atas pada 2024 nanti," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, pada Oktober 2018, Prabowo tiga kali berbohong kepada masyarakat. Pertama, Prabowo mengatakan 99 persen rakyat Indonesia hidup pas-pasan, bahkan sangat sulit.

"Fakta yang sebenarnya, lima puluh dua juta orang atau 22 persen penduduk Indonesia masuk golongan kelas menengah. Bahkan, klaim Prabowo tersebut sudah dibantah oleh Bank Dunia," tegas Grace.

Kedua, skandal nasional yang sangat memalukan yaitu saat foto aktivis perempuan Ratna Sarumpaet dengan wajah penuh lebam beredar.

"Usai menjenguk, Prabowo menyatakan bahwa Ratna Sarumpaet dianiaya dan itu adalah bentuk intimidasi politik yang diarahkan kepada para pendukungnya. Setelah polisi membeberkan fakta kasus ini, akhirnya Ratna mengaku dibisiki oleh setan entah dari mana, sehingga ia berbohong, mengaku dipukuli. Faktanya, muka dia lebam karena operasi plastik!" jelas Grace.

"Ketiga, Prabowo melontarkan tuduhan lain dengan menyebut Indeks ketimpangan ekonomi Indonesia mencapai angka 0,454. Faktanya: Per Maret 2018 Gini Ratio berada di angka 0,389," lanjut Grace.

Grace pun menyebut Prabowo berbohong lagi ketika mengatakan bahwa Indonesia adalah negara miskin seperti Rwanda dan Haiti di Afrika.

"PDB Haiti dan Rwanda jauh dibawah Indonesia. Ketimpangan dan pengangguran di dua negara itu juga jauh di atas Indonesia," Kata Grace.

"Satu hal Pak Prabowo, Haiti terletak di benua Amerika. Entah kalau Pak Prabowo sudah memerintahkan tim pemenangan untuk memindahkannya ke Afrika," tukas Grace

Ia juga menyoroti, perkataan Prabowo yang mengatakan bahwa selang cuci darah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dipakai hingga 40 kali.

"ini tuduhan kosong karena lagi-lagi tak bisa dibuktikan" demikian Grace. [jto]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Sinopsis Bapak Paling Jujur, Film Komedi Satir Politik Dibintangi Andovi Da Lopez

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29

KPK Amankan Uang Rp1 Miliar saat OTT Bupati Klaten

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB yang Baru Dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13

Danantara Guyur Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06

Utang Subsidi Pemerintah ke PT Pupuk Indonesia Bengkak

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55

20 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Bupati Klaten hingga ASN BPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43

Jalur Darat dan Sumur Bor Disiapkan untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34

JXB Perkuat Promosi Pariwisata Menuju 5 Abad Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26

Kopdes Merah Putih Pekerjaan Besar Lintas Kementerian dan BUMN

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23

Selengkapnya