Berita

Michelle Bachelet/Reuters

Dunia

PBB Cari Akses Ke Xinjiang Untuk Verifikasi Pendidikan Ulang Muslim Uighur

RABU, 05 DESEMBER 2018 | 21:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pejabat hak asasi manusia PBB, Michelle Bachelet mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah berupaya mencari akses masuk ke wilayah Xinjiang China.

Hal itu dilakukan demi memverifikasi laporan terbaru yang menyebut bahwa ada kamp-kamp pendidikan ulang yang menahan orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya.
"Kami telah meminta akses langsung ke wilayah tersebut untuk dapat memeriksa dan memverifikasi laporan mengkhawatirkan yang kami terima," kata Bachelet pada konferensi pers di Jenewa (Rabu, 5/12) seperti dimuat Reuters.

Diketahui bahwa China menolak kritik atas tindakannya di Xinjiang. Pemerintah China menegaskan bahwa hal itu dilakukan untuk melindungi agama dan budaya minoritas, dan bahwa tindakan keamanannya diperlukan untuk memerangi pengaruh kelompok ekstrimis yang menghasut kekerasan di wilayah tersebut. [mel]

Diketahui bahwa China menolak kritik atas tindakannya di Xinjiang. Pemerintah China menegaskan bahwa hal itu dilakukan untuk melindungi agama dan budaya minoritas, dan bahwa tindakan keamanannya diperlukan untuk memerangi pengaruh kelompok ekstrimis yang menghasut kekerasan di wilayah tersebut. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya