Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Sosial Media Rusuh Adalah Wajah Kedua Capres Kita

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 | 09:55 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Situasi politik jelang pemilihan presiden 2019 tampaknya makin memanas. Adu argumen pedas antarpolitisi terjadi guna mengekspresikan sikap politiknya dan terasa semakin vulgar.

"Para juru bicara kedua capres berdebat soal mimpi mereka sendiri. Tidak menggambarkan apa yang ada dibenak capresnya. Capresnya ke arah selatan, jubirnya enggak pake Waze," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief dalam akun Facebook-nya, Andi Arief sesaat lalu, Selasa (6/11).

"Tujuan menjadi Presiden itu sederhana sekali, menjaga persatuan dan keadilan dan mampu meningkatkan pendapatan negara. Semua teori ekonomi enggak ada artinya tanpa pendapatan negara bertambah. Pendapatan  negara bertambah gak menjadi penting kalau konflik tinggi dan keadilan hilang," sambung Andi Arief.


Andi Arief menegaskan, persoalan nyata ke depan adalah krisis pendapatan negara. Pajak yang terus melorot, hutang yang makin tinggi. Infrastruktur banyak mangkrak, program kerakyatan makin berkurang.

"Pak Prabowo rajin turun lapangan, Pak Jokowi rajin emosi. Jangan sekadar turun dan makin emosi," tambah Andi Arief.

Andi Arief menyarankan, baik Jokowi dan Prabowo harus didorong untuk terus bicara cara menaikkan pendapatan negara dan menjaga persatuan. Dua tema itu saja. 

"Biar keduanya tidak menciptakan kegaduhan, tidak memproduksi masalah setiap hari. Wajah sosial media yang rusuh adalah wajah kedua capres kita," demikian Andi Arief. [jto]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya