Berita

Zulkifli Hasan-HNW/Humas MPR

Pelestarian Hutan Adalah Potret Implementasi Pancasila

JUMAT, 26 OKTOBER 2018 | 13:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengatakan, hutan tropis di Indonesia adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga kelestariannya. Beragam flora dan fauna bahkan yang hampir punah ada di hutan Indonesia.

Selain berperan sebagai penyeimbang alam dan ekosistem nasional, hutan Indonesia juga berperan sebagai paru-paru dunia.

"Tentu saja kami MPR RI dan kita semua elemen bangsa Indonesia mendukung pelestarian hutan serta perlindungan hutan sebab perannya yang sangat luar biasa tersebut. Dan kami MPR memberikan apresiasi tinggi dan mendukung penuh upaya-upaya elemen masyarakat dalam pelestarian dan perlindungan hutan tropis Indonesia," kata dia dalam acara Peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Perlindungan Hutan Tropis Di Indonesia, di Peace Park, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/10).


Peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Perlindungan Hutan Tropis Di Indonesia adalah acara pembacaan deklarasi bersama "Kolaborasi Lintas Agama Mendukung Pelestarian Hutan Tropis Indonesia" dan acara penanaman secara simbolik bibit-bibit pohon khas Indonesia di area Peace Park.

"Bersatunya berbagai macam agama di Indonesia dalam satu misi pelestarian hutan Indonesia adalah potret implementasi Pancasila dan kebhinnekaan Indonesia yang melupakan perbedaan demi satu tujuan yang mulia," ujarnya.

Berbicara soal menjaga persatuan bangsa, Zulkifli menegaskan bahwa itu adalah tugas dan peran semua anak bangsa. MPR sendiri salah satu tugasnya sesuai UU adalah mensosialisasikan pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, saling menghormati dan menghargai. Sebab, hal-hal tersebut adalah kesepakatan para pendiri bangsa yang digunakan sebagai landasan kokoh Indonesia merdeka.

"Kami juga memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang harus kita jaga terus. Jangan sampai Indonesia yang terdiri dari keberagaman yang luar biasa sampai terkoyak-koyak. Para pendiri bangsa sudah meletakkan dasar untuk melupakan perbedaan dan hanya fokus kepada cita-cita bersama yakni Indonesia sejahtera. Itu tugas kami dan akan kami jaga terus," tandasnya.

Namun, diungkapkan Zulkifli, banyak sekali potensi gangguan terhadap persatuan Indonesia yang susah payah dibangun para pendiri bangsa antara lain panasnya suasana tahun politik saat ini dan tahun 2019 karena berbeda pilihan.

"Makanya, untuk menjaga agar kegaduhan tahun politik bisa mereda bahkan hilang, MPR dengan berbagai berupaya dengan sungguh-sungguh menjaga persatuan bangsa, salah satunya dengan mengkampanyekan 'Friendly Competition'.  Pilihan boleh berbeda tapi semua tetap saudara. Tahun politik kita menjalankan demokrasi untuk kesejahteraan bersama bukan untuk berperang satu sama lain," tegasnya.

Peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Perlindungan Hutan Tropis Di Indonesia sendiri adalah kerja bareng MPR, Kementerian Lingkungan Hidup, Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) dan Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi (Siaga Bumi).

Pada acara itu hadir juga Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid; Wakil Ketua DPD, Akhmad Muqowam; tokoh Muhammadiyah dan Ketua Inter-Religious Council (IRC) Indonesia, Din Syamsuddin.

Selanjutnya, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) serta para mahasiswa dan masyarakat umum lintas agama se Jabodetabek juga perwakilan negara sahabat. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya