Berita

MBS dan Macron/Press TV

Dunia

Perancis Siapkan Sanksi Untuk Pelaku Pembunuhan Jamal Khashoggi

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 12:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa negaranya siap untuk kembali menjatuhkan sanksi internasional terhadap mereka yang terlibat dalam kematian wartawan senior Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul awal Oktober lalu.

Hal itu disampaikan Macron kepada Raja Salman melalui percakapan telepon pada hari Rabu (24/10).

Menurut pernyataan yang dirilis oleh Istana Elysee, Macron memberitahu Raja Saudi tentang kemarahan mendalam Perancis atas pembunuhan itu. Dia juga menekankan bahwa Perancis dalam koordinasi dengan para mitranya dapat mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu.


Lebih lanjut Macron mengatakan bahwa prioritas utama Perancis adalah membela kebebasan berekspresi, kebebasan pers dan publik.

Dia juga mendesak raja untuk sepenuhnya mengungkapkan keadaan sebenarnya seputar kematian Khashoggi.

Ini adalah komentar publik pertama Macron sejak pembunuhan Khashoggi muncul ke permukaan.

Sebelumnya, seperti dimuat Press TV, jurubicara pemerintah Perancis Benjamin Griveaux mengatakan bahwa Paris akan menarik kesimpulan yang diperlukan dan menjatuhkan sanksi yang tepat setelah dinas intelijen Perancis menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab atas kasus tersebut. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya