Berita

Jokowi-Ma'ruf Amin/RMOL

Politik

Jokowi Diprediksi Keok Di Sumut

SELASA, 11 SEPTEMBER 2018 | 10:58 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Sumatera Utara diprediksi menjadi wilayah menyulitkan eksistensi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Pasalnya, sosok Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi diprediksi akan berperan besar untuk memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Menurut pengamat politik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Maxi Egeten, mengatakan, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin berpeluang kalah di beberapa daerah, yang menjadi basis lawan politik di Pilpres 2019, salah satunya Sumut.

"Jadi peluang untuk memberi dukungan pada Jokowi minim. Dan akan lebih dominan ke Prabowo. Karena melihat siapa orang di belakang mereka," ujarnya seperti dilansir Kantor Berita RMOLSumsel, Selasa (11/9).
"Jadi peluang untuk memberi dukungan pada Jokowi minim. Dan akan lebih dominan ke Prabowo. Karena melihat siapa orang di belakang mereka," ujarnya seperti dilansir Kantor Berita RMOLSumsel, Selasa (11/9).

Ia menegaskan, Jokowi bisa menutup potensi kekalahan itu dengan menguatkan beberapa kota dan provinsi besar di Indonesia.

Antara lain di Makassar yang gubernurnya menjadi bagian dari PDIP. Serta tentu Sulawesi Utara (Sulut), yang walaupun tidak terlalu banyak pemilih, namun akan sangat menguntungkan Jokowi-Ma'aruf.

"Ini bisa menjadi peluang bagi Jokowi untuk menutupi beberapa suara yang lari. Namun, semua menurut saya, tergantung siapa tim pemenang di daerah," tutupnya. [jto]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya