Berita

Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief Kembali Serang PAN Dan PKS

SENIN, 10 SEPTEMBER 2018 | 13:49 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Partai Demokrat disebut bermain dua kaki, ihwal pemberian izin khusus kepada DPD Demokrat Papua mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief menyebutkan, yang tampak pantas menyandang main dua kaki adalah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).  

"Dalam koalisi Gerindra, PAN, Demokrat dan PKS, yang memiliki catatan politik dua kaki adalah PAN dan PKS. PAN mengusung Prabowo Pilpres namun ikut menteri Jokowi. PKS ikut dalam kabinet SBY namun di parlemen melawan. Demokrat tidak ada catatan, jangan khawatir," kata Andi Arief dalam akun Twitternya @AndiArief, Senin (10/9).


Terkait isu kepentingan pemilihan legislatif jadi dasar Demokrat mendua, Andi Arief mengatakan, itu kebetulan semata dam dimanfaatkan pihak tertentu.

"Namanya juga momentum pileg dan momentum pilpres. Kebetulan keduanya dilakukan bebarengan. Sama pentingnya, tidak ada yang lebih utama. Kalau Demokrat berstrategi menang pileg sekaligus menangkan Prabowo, itu kedaulatan partai kami," tukas dia.

Andi Arief menegaskan, partainya tak ambil pusing ihwal tersebut. Partai berlambang bintang mercy itu akan meyakinkan Gerindra, PAN dan PKS bahwa daerah pertempuran utama itu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumut dan Sulsel. Di sinilah jumlah pemilih besar.

"Namun kekuatan 4 partai ini jomplang, terutama PAN dan PKS. Di Sumatera 4 partai ini tidak jomplang," demikian Andi Arief. [jto]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya