Berita

Atraksi terbang rendah Hawk 100/200/RMOL Kalbar

Nusantara

Rekor Muri Tari Gemu Fa Mi Re Diwarnai Aksi Fly Pass Hawk 100/200

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 | 01:29 WIB | LAPORAN:

Pemecahan Rekor Muri Tari Gemu Fa Mi Re yang dilakukan jajaran TNI di Kota Pontianak, Kalimantan Barat dimeriahkan dengan manuver terbang rendah atau fly pass pesawat tempur Hawk 100/200.

Fly pass tersebut berlangsung tepat di atas Main Apron Lanud Supadio.

Pesawat kebanggaan Skadron Udara (Skadud) 1 Elang Khatulistiwa Lanud Supadio tersebut, diawaki oleh tiga penerbang terbaik yang dipimpin  Komandan Skadron 1, Letkol Pnb Supriyanto.


Manuver dan atraksi-atraksi yang mengagumkan ditunjukkan oleh para penerbang penjaga langit Bumi Khatulistiwa tersebut.

Supriyanto menjelaskan atraksi manuver dilakukan untuk menunjukkan penerbang-penerbang Skadron 1 selalu siap siaga setiap waktu.

"Kita turut menyemarakkan kegiatan ini. Kita bangga dengan antusiasme seluruh komponen masyarakat Kalbar, terutama jajaran TNI, baik Matra Darat, Laut, dan Udara di Kalbar," ujar Supriyanto seperti diberitakan Kantor Berita RMOLKalbar, Selasa (4/9).

Selain Fly Pass satu pesawat tempur juga menunjukkan kebolehannya dengan terbang formasi.

Ada empat formasi yang dilakukan oleh tiga pesawat tersebut. Empat formasi tersebut adalah terbang V formation, Left Eselon, Individual Attack, dan Bomb Burst.

"Terbang formasi tersebut selalu kita latih. Dalam sepekan, empat harinya para penerbang Skadron 1 terbang untuk berlatih. Sehingga, kami semakin profesional dengan menjunjung motto zero excident," kata Supriyanto.

Penerbang yang mendapat call sign Beaver ini menjelaskan, Skadron 1 dengan pesawat hawk 100/200 adalah salah satu alutsista pertahanan udara utama Lanud Supadio. Bersama para penerbang yang sudah terlatih, Skadron 1 telah menunjukkan eksistensinya.

"Selain latihan rutin di Kalbar, para penerbang Skadron 1 juga turut menyukseskan berbagai latihan dan misi di seluruh Indonesia," pungkas Supriyanto. [nes]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya