Berita

Rizal Ramli dan AHY. RMOL

Politik

Prabowo Subianto Menimbang Abdul Somad, AHY dan Rizal Ramli

MINGGU, 05 AGUSTUS 2018 | 22:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Lima hari menjelang deadline pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) masing-masing kubu memantapkan konsolidasi internal.

Di kubu petahana, tiga nama sedang ditimbang masak-masak untuk mendampingi Joko Widodo. Ketiganya adalah Mahfud MD, Moeldoko, dan Puan Maharani Kiemas.

Ini adalah hasil penyaringan dari sederetan nama yang sempat beredar di lingkaran pusat kekuasaan. Nama-nama lain yang dianggap berpotensi terganjal kasus hukum digugurkan dalam putaran awal penilaian.


Di kubu Prabowo Subianto situasinya kurang lebih sama. Nama-nama yang diperkirakan akan jadi beban karena terkait dengan kasus-kasus hukum juga sudah mulai dipinggirkan. Demikian juga dengan nama tokoh yang dipandang tidak dapat memperluas basis dukungan, atau yang sekadar nampang tanpa gagasan orisinil.

Tiga nama yang kini sedang dipertimbangkan benar-benar untuk berpasangan dengan Prabowo adalah Abdul Somad, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Rizal Ramli.

Nama Abdul Somad muncul belakangan menyusul rekomendasi yang diberikan sekelompok ulama. Sepintas menjanjikan. Abdul Somad populer dalam setahun belakangan. Gaya ceramahnya menarik. Penuh canda dan tawa. Kerap diselingi pernyataan-pernyataan keras seputar isu agama dan moral.

Tetapi itu saja tidak cukup. Mencari pemimpin negara tentulah tidak sama dengan mencari ustad kondang.

Abdul Somad bukan ustad kondang pertama di Indonesia. Pernah ada Rhoma Irama dan Zainuddin MZ, misalnya. Kedua ustad ini pun pernah mencoba jalan politik. Hasilnya gagal.

Belum lagi, karena ini adalah kontestasi mencari pemimpin negara yang diharapkan memiliki kebijaksanaan dan kemampuan memecahkan persoalan ril yang sedang dihadapi bangsa, diperkirakan Abdul Somad tidak akan mampu tampil memukau dalam sesi debat.

Membuat orang tersenyum dan tertawa, barangkali dia bisa. Namun menjelaskan strategi perbaikan ekonomi, rasa-rasanya bukan kompetensi Abdul Somad.

AHY pun kurang lebih sama. Modal terbesarnya adalah dukungan penuh dari pendiri Partai Demokrat. Tetapi, itu juga bisa jadi masalah terbesarnya. Tak sedikit yang menilai bahwa kekalahan AHY di arena pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun lalu sedikit banyak juga dipengaruhi oleh faktor ini.

Dikhwatirkan pihak lawan menunggu AHY berpasangan dengan Prabowo. Setelah itu, berbagai kasus yang terkait dengan keluarganya, terlepas benar atau tidak, akan diangkat satu per satu ke ruang publik.

Pemahaman AHY atas isu-isu ekonomi ril pun dipandang masih rendah. Ini tentu akan mempersulit penampilannya dalam debat terbuka.

Dari ketiga nama itu, Rizal Ramli dinilai unggul dalam hal gagasan dan kemampuan menjelaskan strategi perbaikan ekonomi sebagai agenda utama pemerintahan baru. Rizal Ramli adalah tokoh yang sudah kenyang makan asam garam pemerintahan.

Tour of duty nya di pemerintahan sejak era Abdurrahman Wahid, SBY dan Jokowi memperlihatkan dirinya memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam menyelesaikan persoalan dan problematika.

Di era Gus Dur, Rizal Ramli pernah ditugaskan sebagai Kepala Bulog, Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan. Di luar jabatan-jabatan itu, ada tugas-tugas khusus yang diberikan Gus Dur kepada dirinya, dan dikerjakannya dengan baik. Rizal Ramli dikenal sebagai penyelamat sejumlah perusahaan plat merah dan plat hitam yang terancam kolaps.

Di era SBY, Rizal Ramli pernah dipercaya menjadi Preskom PT. Semen Gresik. Performa Semen Gresik dipompanya dari terbilang kurang bagus, menjadi salah satu yang terbaik pada masa itu.

Di era Jokowi, Rizal Ramli sempat menjadi Preskom PT. Bank BNI sebelum akhirnya menjadi Menko Kemaritiman. Dalam dua posisi ini pun dia membuktika bahwa dirinya adalah pejabat yang bisa bekerja, dan memiliki keperpihakan yang jelas pada perbaikan nasib rakyat banyak.

Kemampuan Rizal Ramli menjelaskan dan menjawab pertanyaan dalam debat terbuka juga tidak perlu disangsikan lagi.

Kini adalah tugas Prabowo untuk mempertimbangkan masak-masak siapa yang akan dibawanya ke lantai pertarungan Pilpres 2019. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya