Berita

Rachmawati Soekarnoputri/RMOL

Dunia

Mbak Rachma Minta Indonesia Belajar Berdikari Dari Maroko

SELASA, 31 JULI 2018 | 11:58 WIB | LAPORAN:

Tokoh nasional, Rachmawati Soekarnoputri mengimbau agar Indonesia terus meningkatkan hubungan kerjasama dengan Maroko. Sebab Negeri Maghrib itu merupakan negara yang cukup diperhitungkan di dunia, khususnya di benua Afrika.

Imbauan itu disampaikan Rachmawati kepada Kantor Berita Politik RMOL di sela acara peringatan 19 tahun penobatan Raja Muhammad VI yang digelar Kedutaan Besar Maroko di Hotel Oriental Mandarin, Jakarta, Senin (30/7) malam.

"Saya kira Indonesia dan Maroko harus selalu ditingkatkan karena Maroko cukup punya peran besar di Jazirah Afrika, kita sudah lama mendengar Maroko itu mendapat simpati di dunia," ujarnya.


Salah satu yang digarisbawahi Rachma adalah kerja sama di bidang energi. Menurutnya, sumber energi harus terus dipelihara karena menjadi masalah yang krusial.

"Kita banyak melihat belahan dunia manapun, persoalan yang menjadi crucial point yang terjadi ada konflik dalam merebutkan masalah energi. Dalam situasi global, hubungan kerjasama energi harus dipelihara, sebab energi sangat menentukan sekarang ini," paparnya.

Lebih lanjut, pendiri Yayasan Pendidikan Sukarno ini meminta agar Indonesia terus belajar dari Maroko dalam menjaga stabilitas ekonomi. Sebab, Maroko terbilang cukup berhasil dalam menerapkan konsep Trisakti Bung Karno, berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari.

"Indonesia harus belajar dari Maroko, sebab Maroko cukup berdikari dibanding Indonesia sekarang," tandas wanita yang akrab disapa Mbak Rachma. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya