Berita

Foto/Net

Politik

Dikotomi NU Tulen-Tidak Tulen Pekok Stadium 4

SABTU, 21 JULI 2018 | 16:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kader Nahdlatul Ulama (NU) yang pernah menjabat Menristek Muhammad AS Hikam bereaksi keras dan sinis atas adanya narasi NU tulen dan NU tidak tulen. Dia melihat hal itu hanya untuk kontestasi atau persaingan menjelang Pilpres 2019.

Seperti diketahui, beberapa oknum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuat reaksi negatif atas mencuatnya nama Mahfud MD sebagai salah satu bakal calon wapres. Mereka mengatakan Mahfud bukan representasi NU, Mahfud bukan NU tulen, Mahfud tak punya kartu tanda anggota NU, dan sebagainya.

Pernyataan-pernyataan tersebut ditanggapi keras oleh mereka yang mengenal latar belakang Mahfud.


Dengan nada tinggi KH Salahuddin Wahid misalnya, menolak pendapat tersebut karena Mahfud nyata-nyata menjadi pengurus pusat ISNU sampai sekarang. Yenny Wahid menyatakan bahwa Mahfud adalah NU tulen. Bahkan puteri Gus Dur tersebut ikut membagi sebuah infografis tentang delapan fakta ke-NU-an dalam bentuk keterlibatan Mahfud MD di lingkungan NU.

Tak ketinggalan Prof. Rochmat Wahab, mantan rektor UNY dan ketua Pimpinan Wilayah NU DI Yogyakarta menegaskan kesaksiannya tentang aktivitas Mahfud untuk kemajuanNU.

Ada juga testimoni dari KH Shofiyullah Muzammil dari DIY dan Kyai Badawi Basyir dari Jateng bahwa Mahfud MD sangat NU. "Sebelum dikhitan saja beliau itu sudah NU," kata  KH Shofiyullah yang dosen UIN Sunan Kalijaga itu yang diamini dengan testimoni KH Malik Madani yang pernah menjadi Katib Am PBNU di era KH Sahal Mahfudz dan KH Mustofa Bisri.

Terakhir kiai paling sepuh dan tokoh kharismatik NU KH Maimoen Zubair menegaskan bahwa dirinya sudah kenal Mahfud sebelum Gus Dur jadi presiden. "Pak Mahfud ini sejak dulu sudah sering ke sini sehingga saya tak ragu sedikit pun tentang ke-NU-nya," kata Mbah Moen saat Mahfud berkunjung ke kediamannya di Sarang, Rembang, Jumat kemarin (20/7).

Itulah sebabnya AS Hikam mengatakan bahwa dirinya menolak keras dikotomi NU tulen dan tidak tulen untuk kampanye hitam jatuhkan lawan sesama Nahdliyin. Yang seperti itu, "Pekok Stadium 4", tandas Hikam seperti yang beredar luas di media sosial, Sabtu (21/7). [wah] 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya