Berita

Chelsea Islan/Net

Blitz

Chelsea Islan, Mimpi Di Balik Layar

SELASA, 17 JULI 2018 | 08:01 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah sukses membintangi be­berapa judul film, Chelsea Islan rupanya memiliki impian menjadi sosok di balik layar. Gadis kelahiran Washington DC ini ingin sekali men­jadi sutradara.

Keinginan itu ternyata sudah mun­cul sejak kecil. Sebelumnya, bintang film Rudy Habibie ini sudah pernah menggarap beberapa film pendek saat masih berumur 16 tahun.

"Salah satu mimpi aku, ada di balik layar, bukan cuma di depan," kata Chelsea saat ditemui.


Beberapa film pendek yang pernah digarapnya antara lain Junk Society dan Deep Inside. Dua film itu pernah ia ikut sertakan ke kompetisi film indie, 21 Film Festival dan European on Screen. Namun, sayangnya film tersebut belum mampu memenangkan kompetisi.

Sebelum menekuni perannya se­bagai artis, kekasih Daffa Wardhana ini ternyata juga sempat mengambil sekolah khusus sutradara.

"Tapi karena suka main teater jadi akhirnya diberi kepercayaan oleh sutradara sebagai artis" akunya.

Demi impiannya menjadi sutradara, kabarnya wanita 24 tahun ini pun akan kembali mengasah kemampuannya mendirect film pendek.

"Dalam waktu dekat ini atau tahun depan mungkin aku mau belajar dulu gimana jadi sutradara. Tapi belum mau buat feature film dulu mungkin short film dulu bisa dilempar ke film festival. Step by step aja sih," tuturnya.

Terkenal selalu tampil maksimal, be­lakangan Chelsea terlihat kotor-kotoran saat dituntut untuk beradegan di film horor, Sebelum Iblis Menjemput.

"Sebenarnya, bukan pertama kali aku tampil jelek, ya. Di film sebelum­nya, aku nggak pakai make up, rambut acak-acakan. Di (film) Headshot'l berdarah, Di Balik 98 (kulit) hitam, 3 Srikandi kumal. Jadi ini bukan film pertama yang penampilan seperti ini (jelek). Tapi, karakternya yang beda dari film sebelumnya. Secara ek­sternal, beda dari rambut, skin tone, pembawaan. Tampil tidak cantik bu­kan pertama kali. Sebagai aktor harus totalitas sesuai dengan peran yang diberikan kepada aku." ***

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya