Berita

Foto: Net

Nusantara

Ribuan Bandit Jalanan Di Jabar Ditangkap Demi Asian Games

SENIN, 09 JULI 2018 | 10:55 WIB | LAPORAN:

Polda Jawa Barat menggelar razia intensif terhadap pelaku kejahatan jalanan di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Jabar.

Selama empat razia sejak 4 Juli lalu sudah 1.832 orang tersangka ditangkap karena dianggap meresahkan masyarakat.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto menjelaskan bahwa ribuan pelaku kejahatan jalanan ini tergolong dalam C3.

"Pelaku ini diamankan dari pasar, terminal, lampu merah dan daerah yang dianggap rawan kejahatan," ujar Budi Maryoto, Senin (9/7) seperti dimuat RMOLJabar.
"Pelaku ini diamankan dari pasar, terminal, lampu merah dan daerah yang dianggap rawan kejahatan," ujar Budi Maryoto, Senin (9/7) seperti dimuat RMOLJabar.

Budi menambahkan, para pelaku ada yang berprofesi sebagai pengamen, calo terminal serta preman.

"Kami amankan karena aktivitasnya mengganggu masyarakat sehari-hari, seperti mabuk-mabukan dan suka melakukan pemerasan paksa," paparnya.

Kegiatan razia ini juga sesuai intruksi Kapolri dalam rangka menyambut pesta olahraga Asian Games pada Agustus hingga September 2018 di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

"Apalagi sebentar lagi dalam rangka Asian Games, situasi Kamtibmas harus kondusif. Masayarakat bisa berinteraksi aktif jika melihat ada situasi kamtibmas yang dianggap tidak kondusif, dengan menghubungi kantor Polisi dan TNI terdekat," jelasnya.

Para pelaku kejahatan jalalan ini diamankan dengan berbagai barang bukti.

"Ada barang bukti kejahatannya seperti gunting, pisau lipat dan senjata tajam lainnya," ujarnya. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya