Berita

Muhammad Basri/Net

Nusantara

Napi Teroris Nusakambangan Yang Wafat Telah Diterbangkan Ke Makassar

SENIN, 09 JULI 2018 | 10:13 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Muhammad Basri alias Abu Saif alias Basri narapidana teroris yang mendekam di lapas hight risk Klas IIA Pasir Putih Nusakambangan, Jawa Tengah meninggal dunia lantaran gagal jantung, Minggu malam (8/7).

Basri yang diketahui sebagai ideolog bagi para teroris sebelum meninggal sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap.

"Karena kegagalan fungsi jantung akut, penyakit paru obstruksi kronis, sesuai dengan surat keterangan kematian dari RSUD," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Mohammad Iqbal dalam keterangannya, Senin (9/7).


Untuk saat ini, jenazah sudah diserahkan petugas sipir Lapas Pasir Putih kepada perwakilan keluarga.

Oleh keluarga, sambung Iqbal, jenazah langsung diberangkatkan menuju Makassar, Sulawesi Selatan menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

"Situasi berlangsung lancar dan kondusif hingga akhir kegiatan," terang Iqbal.

Basri menjalani hukuman dipidana selama delapan tahun karena didakwa telah memberangkatkan anak dan keponakannya ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok radikal ISIS.

Basri juga diketahui pernah bergabung dengan kelompok teroris Poso pimpinan Santoso. Dia akhirnya dibaiat sebagai ketua Mujahidin Indonesia Timur (MIT) paska tewasnya Santoso. Dia juga dikenal sebagai penyebar paham alias sang ideolog para kelompok teroris khususnya MIT. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya