Berita

Foto: RMOL

Dunia

Dubes Rusia: Indonesia Negara Partner Utama Kami di Kawasan Asia Pasifik

SABTU, 07 JULI 2018 | 05:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hubungan Republik Federasi Rusia dan Republik Indonesia semakin hari semakin baik. Di bidang politik, Rusia memberikan dukungan penuh untuk Indonesia dalam pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Sementara di bidang militer dan pertahanan, pemerintah Indonesia baru-baru ini membeli sebelas pesawat Sukhoi Su-35.

Hubungan baik itu juga terjadi di sektor investasi, pariwisata, pendidikan, pertukaran pemuda, perang melawan terorisme internasional. Kedua negara juga menjalin kerjasama di bidang keamanan informasi. Sementara di akhir tahun 2017 tercatat terjadi peningkatan volume perdagangan kedua negara sebesar 25 persen.

Demikian antara lain disampaikan Dutabesar Rusia Lyudmila Vorobieva dalam sambutannya di Hari Nasional Rusia di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat malam (6/7).


Hari Nasional Rusia merujuk pada Deklarasi Kedaulatan Republik Federasi Rusia pada 12 Juni 1990. Saat itu, Rusia masih merupakan bagian dari Uni Soviet yang akhrinya bubar di tahun 1991.   

"Indonesia merupakan salah satu partner utama kami di kawasan Asia dan Pasifik dan di antara negara-negara ASEAN," ujar Dubes Vorobieva sambil menambahkan salah satu agenda besar kedua negara dalam waktu dekat adalah penandatanganan dokumen strategic partnership.

Dubes Vorobieva yang baru beberapa bulan bertugas di Jakarta juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang mendukung Rusia dan timnas Rusia dalam perhelatan Piala Dunia 2018 di negeri beruang putih itu.

Hal lain yang disampaikannya adalah ucapan selamat kepada Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di bulan Agustus mendatang.

"Selamat berjuang untuk Tim Garuda dalam mendapatkan sebanyak mungkin medali," sambungnya.

Bagi Rusia, pergelaran Asian Games 2018 memiliki arti penting karena kegiatan utama akan dilakukan di Gelora Bung Karno (GBK) yang dibangun Rusia yang saat itu masih bernama Uni Soviet, atas permintaan khusus Presiden Sukarno. Ketika menyampaikan hal ini, tak lupa Dubes Vorobieva mengucapkan terima kasih atas kehadiran putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri.

Sementara Ketua DPDR RI Oesman Sapta Odang yang memberikan sambutan mewakili Indonesia mendorong Rusia agar lebih aktif lagi dalam menjalin hubungan dengan Indonesia.

"Saya ingin mempertegas agar Rusia lebih aktif lagi di bidang ekonomi, untuk berinvestasi di Indonesia," ujar Oesman.

"Karena Rusia punya uang, Rusia punya teknologi, Rusia punya prinsip. Mari kita bangun dua negara ini dengan suatu ikatan ekonomi. Memang sudah banyak investasi seperti yang diutarakan Ibu Dutabesar tadi. Tetapi masih banyak lagi yang bisa kita kembangkan di negara Indonesia ini dengan kemampuan yang ada di negara Indonesia," urainya.

Perayaan Hari Nasional Rusia dihadiri sejumlah dutabesar negara sahabat Rusia di Jakarta. Selain Osman Sapta Odang dan Rachmawati Soekarnoputri, tokoh Indonesia lainnya yang hadir dalam perayaan ini adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teguh Santosa, dan mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. [dem]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya