Berita

Politik

PKB Kalah Telak Dari PPP Di Pulau Jawa

KAMIS, 28 JUNI 2018 | 08:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kemenangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tiga Pigub di Pulau Jawa rupanya memiliki makna khusus bagi partai berlambang Kabah tersebut.

Pengamat politik dari Indo Barometer Muhammad Qodari secara khusus menyoroti rivalitas antara PPP dan PKB karena kedua partai ini mempunyai kemiripan pemilih.

Di Jawa Timur dimana sering didominasi PKB dan PDIP, namun pada Pilkada 2018, pasangan calon yang didukung oleh dua partai itu kalah dibanding yang diusung partai lain yang di dalamnya ada PPP, Khofifah-Emil.


Begitu juga di Jawa Tengah, dimana PKB pada pemilu sebelumnya unggul dibanding PPP, pada Pilkada kali ini kalah dari PPP.

Bahkan PPP berhasil menempatkan kadernya sebagai wakil gubernur yang menang dalam hitungan cepat atau quick qount, Ganjar-Yasin.

"Hal ini bisa menjadi momentum (kebangkitan) bagi PPP, " ujar Qodari saat menjadi narasumber diskusi di salah satu televisi nasional, Rabu malam (27/6).

Sementara itu di Jabar, walaupun PKB ikut mengusung pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, namun mereka hanya menjadi partai pengusung, sementara PPP seperti Jateng juga menempatkan kadernya sebagai wakil gubernur.  Secara kultural, PPP memang selama ini unggul atas PKB.

"Di Jawa Timur, PKB kalah dari PPP, di Jawa Tengah PPP juga menang dari PKB, sementara di Jawa Barat PKB ikut menang dengan PPP," ujar Qodari. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya