Berita

Jaya Suprana

Angkara Murka Kreativitas Fitnah

MINGGU, 17 JUNI 2018 | 15:09 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MENGAGUMKAN, kreativitas para pendukung Jokowi dalam perjuangan melawan slogan “#2019 Ganti Presiden” yang dibuat oleh para bukan pendukung Jokowi.

Kreatif


Para pendukung Jokowi kreatif membuat slogan melawan “#2019 Ganti Presiden” dengan hanya mengubah angka tahun 19 menjadi 24 saja sehingga menjadi “#2024 Ganti Presiden”.


Sebagai peneliti humor dan penggagas Humorologi, saya menghargai kreativitas para pendukung dan bukan pendukung Jokowi berhasil bersama melakukan adu pendapat dengan adu slogan politik secara cantik bertabur humor kelas langitan sebagai pertanda kecerdasan serta peradaban adiluhur.

Di sisi lain mereka yang beradu pendapat secara Kemanusiaan Adil dan Beradab itu membuktikan kemauan serta kemampuan menghayati dan mewujudkan sukma demokrasi sejati yaitu saling beda pendapat dengan bukan saling benci namun saling menghormati dan saling menghargai terhadap sesama warga Indonesia. Aku bangga menjadi warga Indonesia!

Kamsia


Setelah pada 23 Mei 2018 delapan warga Indonesia di rumah makan Oei, Chandra Naya Jakarta sepakat memaklumatkan pernyataan mendukung gerakan “#2019 Ganti Presiden” dengan slogan “Kamsia Jokowi” mendadak ada sekelompok (tidak semua) warga jaringan maya melakukan serangan hujat terhadap sang penggagas “Kamsia Jokowi” yaitu Lieus Sungkharisma.

Ternyata serangan hujat bukan hanya dihantamkan ke Lieus Sungkharisma saja namun  juga ke anak perempuan dan anak lelaki Lieus yang sama sekali tidak hadir pada pertemuan rumah makan Oei dan sama sekali tidak tahu menahu apalagi mendukung gerakan  “Kamsia Jokowi “.

Kreativitas


Di dalam hujatan yang dilengkapi pas foto kedua anak Lieus, sang penghujat bahkan tega hati memfitnah kedua insan tak berdosa itu adalah anak-anak haram hasil hubungan gelap Lieus dengan pembantunya.

Angkara murka kreativitas fitnah keji semacam itu bukan cuma biadab tetapi juga memalukan sebab secara pengecut sang pemfitnah berlindung di balik nama samaran medsos.

Namun ternyata ada saja segelintir (tidak semua) oknum netizen malah memuji angkara murka kreativitas fitnah keji sang pengecut dengan alasan bahwa Lieus memang layak dihujat.

Andaikata Lieus memang layak dihujat , lalu apakah sertamerta kedua anaknya juga layak dihujat?

Maka mohon dimaafkan bahwa akibat gagal paham tentang ada sesama warga Indonesia tega kreatif bikin fitnah sekeji itu, saya bergabung ke barisan Taufik Ismail untuk mengaku bahwa “Aku malu menjadi warga Indonesia!”

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Malumologi serta Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya