Berita

M. Rizieq Shihab/Net

Politik

Pengusul Harus Cari Kendaraan Untuk Habib Rizieq

RABU, 30 MEI 2018 | 05:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Di alam demokrasi saat ini, tidak ada yang salah siapa mendukung siapa.

Termasuk, Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang merekomendasikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) M. Rizieq Shihab menjadi calon presiden pada Pilpres 2019.

"Sah-sah saja. Alam demokrasi siapa saja boleh mengusulkan siapa," kata pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra kepada redaksi, Rabu (30/5).


Namun, jelas Iwel, langkah beberapa kelompok yang menginginkan Habib Rizieq sapaan akrabnya, menjadi capres tidak cukup sampai di situ.

"Inikan ada mekanismenya, makanya yang mengusulkan harus mencari kenderaan untuk Habib Rizieq," terangnya.

Mekanisme yang dimaksud Iwel adalah, seorang capres dan cawapres harus diusung oleh parpol atau gabungan paprol.

Tidak cukup di situ, presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden harus mencapai 20 persen juga harus terpenuhi.

"Ini juga sekalian, pendukung ini kan sudah merasa memiliki massa besar, karena memiliki massa besar ada rasa percaya diri kalau maju akan terpilih. Tapi sebelum ke sana, harus ada parpol pendukung, coba tawarkan ke parpol," demikian Iwel.

Persaudaraan Alumni (PA) 212 merekomendasikan sejumlah nama capres yang akan didukung pada Pilpres 2019.  Capres yang rekomendasi adalah, M. Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, Amien Rais, Tuan Guru Bajang, Yusril Ihza Mahendra dan Zulkifli Hasan. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya