Berita

Nafa Urbach/Net

Blitz

Nafa Urbach, Anggota Densus 88 Boleh Daftar Pacar

SELASA, 22 MEI 2018 | 09:19 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Syaratnya harus jomblo, nggak punya istri, dan paling banyak ciduk teroris. Sejak diumumkan, akun medsos Nafa kebanjiran pelamar.

 Nafa Indria Urbach ikut bersedih atas aksi terorisme beberapa waktu lalu. Ia sem­pat menuliskan empatinya atas kejadian tersebut di akun Instagram @nafaurbach.

Tak hanya memberikan semangat kepada masyarakat, Ibu satu anak ini memberikan semangat kepada polisi untuk menangkap para teroris.


"Buat para Densus 88 yang paling banyak nangkepin tero­ris sama penjahat di Indone­sia, saya akan memberi kalian hadiah. Yaitu kalian boleh mendaftarkan sebagai calon pacar saya," ungkap Nafa

Ia pun memberi syarat khusus. Rupanya hanya un­tuk anggota Densus 88 yang masih lajang, baru bisa men­jadi pacarnya.

"Tapi dengan syarat nggak boleh ada yang punya bini, nggak boleh ada yang punya pacar, syaratnya harus single. Oke! Jadi buat Densus 88 semangat menangkap penja­hat (tertawa), oke bro, bye," imbuh wanita blasteran Jawa, Yahudi, Belanda, Jerman ini.

Di dunia nyata, Nafa tak menyangka jika hadiah yang dijanjikannya kepada anggota Densus 88 menarik perhatian publik. Setelah pengumuman itu dibuat, media sosialnya pun mendadak ramai dengan para pelamar.

"Pagi-pagi banyak DM (direct message) masuk nge­lamar jadi pacar," cetus bekas pacar Fachri Albar ini.

Menurut Nafa, video tersebut memang dibuat khusus untuk memberikan semangat kepada Densus 88. "Spontan bikin di mobil pas lagi nyetir."

"Aku dimintain tolong buat semangatin mereka (Densus 88). Karena mereka kelelahan dan banyak yang siaga satu kan pada tidur di jalan. Jadi bikinnya yang lucu-lucu biar pada semangat," seloroh artis Kembang Kantil ini.

Pasca cerai, Nafa masih tidur sendiri. Bukannya tak mau, ia merasa perjodohan bukan prioritas saat ini.

"Nggak sih (cari pacar). Fokusnya mau berkarier dulu, ngurusin Mikha dulu, nggak punya fokus buat pacaran dulu," ujar Nafa.

Jodoh, baginya bukan hal yang harus sibuk dicari-cari. Sambil menata kehidupan baru dari awal, Nafa yakin bahwa pasangan yang tepat akan datang dengan sendi­rinya. "Lagi fokus nabung, lagi menata semuanya dari nol. Lagi fokus ke karier, jadi kayak masalah punya pacaran, nanti juga datang sendiri. Jadi nggak usah dipaksa-paksain, harus sama ini, harus sama itu," lanjutnya.

Lagi pula, menurut Nafa, menjadi single juga tak kalah menyenangkan. Ia merasa tak harus menanggung rumitnya sakit hati.

"Enjoy, enak sendiri, nggak ada baper-baperan. Capek baper. Kalau bapernya harus ketemu sama orang yang nyaman. Selama belum dapat yang nyaman, ya sudahlah," tutur pelantun Hati Tergores Cinta dan Hatiku Bagai Ter­penjara ini.

Sementara status janda tak melunturkan pesona Nafa. Buktinya, baru satu bulan resmi bercerai, artis titisan Nike Ardilla ini sudah diburu banyak lelaki. "Baru sebulan cerai sudah digoda. Lebih banyak pengusaha kayaknya (yang mendekat)," ungkap Nafa dalam talkshow.

Mendengar penolakan itu, sang host kaget. Dia pun mempertanyakan alasan be­kas pacar Primus Yustisio ini menolak semua kemewahan yang ditawarkan para pria berduit.

"Mereka ada punya jet pribadi, properti. Kalau bi­cara kemewahan, yang dita­warkan mereka pasti semua perempuan mau. Tapi itu bukan saya, terima kasih Tu­han," jawab pesinetron Deru Debu dan Malu Malu Kucing ini. ***

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya