Berita

Gedung Sate/Net

Nusantara

Pengamat: Peta Politik Jabar Sulit Ditebak

KAMIS, 17 MEI 2018 | 14:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Poldata Indonesia Fajar Arif Budiman mengatakan Jawa Barat adalah provinsi dengan pemetaan politik yang paling sulit ditebak.

Ahmad Heryawan adalah gubernur Jabar dua periode yang berasal dari PKS sementara Pileg 2014 di Jabar dikuasai oleh PDIP dengan perolehan 20 persen dari jumlah kursi yang tersedia, dan di 16 dari 27 DPRD kabupaten dan kota se Jabar. Itu artinya kedudukan Ahmad Heryawan sebagai gubernur tidak serta merta bisa menjadikan partainya sebagai penguasa di legislatif.

Begitu juga dengan kemenangan PDIP di Jabar tidak serta merta bisa memenangkan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. KPU mengumumkan bahwa Jokowi-JK yang diusung oleh PDIP di Jabar hanya mampu meraih sebanyak 40,22 persen suara, kalah telak dibandingkan rivalnya Prabowo-Hatta yang berhasil maraup 59,78 persen suara masyarakat Jabar.


Berdasarkan pada keunikan tersebut, maka logika menang di Jabar berarti menang di nasional secara otomatis dapat dibantah. Simplifikasi semacam itu sudah tidak dapat diterapkan untuk melakukan kalkulasi politik yang lebih akurat.

Lantas apa yang membuat Prabowo-Hatta menang di Jabar pada saat Pilpres lalu. Fajar menyampaikan kemenangan Prabowo-Hatta tidak terlepas dari peran kepala daerah yang diusung oleh Partai Gerindra.

"Misalnya di Kota Bandung. Walikota Bandung pada saat itu adalah Ridwan Kamil diusung oleh Gerindra. Maka tidak heran jika Prabowo-Hatta memperoleh 57,69 persen suara mengalahkan Jokowi-JK yang hanya memperoleh 42,32 persen," ujar Fajar dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (17/5).

Fajar malanjutkan, kemenangan Prabowo-Hatta di Kota Bandung dan Jabar artinya tidak terlepas dari peran Ridwan Kamil dan kepala daerah lainnya yang diusung oleh partai yang bergabung di Koalisi Merah Putih pada saat itu.

Selain itu, pasca terpilihnya Ridwan Kamil yang diusung Gerindra diketahui terdapat penambahan anggota DPRD Kota Bandung pada Pileg Kota Bandung 2014. Hal ini semakin menguatkan anggapan bahwa elektabilitas Ridwan Kamil turut menyumbang suara untuk Gerindra di Bandung.

"Merujuk pada hal tersebut, jika dikaitkan pada peristiwa keriuhan di debat pilgub semalam, rupaya ada hal-hal yang harus dikaji secara lebih saksama. Selain persoalan etika sehingga mengakibatkan kericuhan atau memancing emosi kelompok lainnya," papar Fajar.

Dia kemudian menyarankan para elit politik terutama kandidat dapat lebih mengelaborasikan program yang disampaikan dalam kemasan komunikasi politik yang mendidik sehingga Pilgub Jabar selain berfungsi untuk memilih gubernur tetapi juga memberikan pendidikan politik. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya