Berita

Nusantara

NU DKI: Pembubaran HTI Menyelamatkan Indonesia Dan Islam

SELASA, 15 MEI 2018 | 10:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH. Taufik Damas mendukung pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Terbukti di PTUN bahwa argumentasi kelompok yang setuju HTI dibubarkan itu lebih kuat dan lebih ilmiah," kata Taufik dalam diskusi bertajuk 'Pascaputusan PTUN, HTI Resmi Dicabut Badan Hukumnya, Benarkah Yusril Anti Pancasila & NKRI?' di Jakarta Timur, Senin kemarin (14/5).

Dia menambahkan, keputusan pemerintah membubarkan HTI tidak hanya menyelamatkan Indonesia tapi juga menyelamatkan Islam.


"Sebab, HTI telah membajak Islam sebagai agama justru dijadikan ideologi. Ini adalah pembajakan yang luar biasa. Inilah bidah sesungguhnya," sebut Taufik.

Menurut alumnus Al Azhar itu, orang yang terpapar ideologi yang dibawa HTI akan menjadi ekstrem dan radikal.

Orang itu, sambung Taufik, tidak mau menerima perbedaan, menolak Pancasila, menganggap pemerintah tagut, dan antidemokrasi.

"Jadi, jika HTI menolak demokrasi, mereka telah melanggar kesepakatan bernegara yang telah disepakati oleh ulama dan elemen nasionalis lainnya. Apalagi ingin menolak Pancasila dan ingin menggantinya dengan khilafah yang diklaim sebagai dakwah Islam. Padahal, tidak ada sama sekali dalilnya dalam Islam," tutupnya. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya