Berita

Pertahanan

BOM SURABAYA

Nuning: Tidak Benar Kalau Hanya BIN Yang Disalahkan

MINGGU, 13 MEI 2018 | 18:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Serangan bom atas tiga gereja di Surabaya pagi tadi merupakan buah dari kesalahan bersama seluruh aparat keamanan di Indonesia.

Karena itu tidak tepat bila masyarakat hanya mengkritik kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) yang dianggap "kecolongan".

"Itu tidak benar kalau hanya BIN yang dipersalahkan dan harus bertanggung jawab," tegas analis militer dan intelijen, Susaningtyas NH Kertapati, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (13/5).


Mantan anggota Komisi I DPR ini menyatakan, soal keamanan negara adalah wilayah kerja banyak instansi. Masing-masing memiliki unit intelijen tersendiri.

"Untuk keamanan ada Polri, juga punya intelkam dan intel Densus, serta ada TNI yang memiliki BAIS," terang perempuan yang biasa disapa Nuning itu.

Nuning berharap seluruh instansi keamanan bisa bekerja sama dengan baik untuk menciptakan early warning system, agar serangan-serangan teroris tidak lolos lagi di waktu mendatang.

"Jadi, yang harus dikerjakan adalah koordinasi dan sinergitas untuk kewaspadaan sebelum peristiwa," jelasnya.

Dia akui, tragedi Bom Surabaya menjadi pelajaran penting yang membuktikan sinergitas antar instansi intelijen belum berlangsung dengan baik. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya