Berita

Megawati-Puan/Net

Politik

Ketum PDIP Minta Kader Menangkan Pilkada Dan Pemilu Secara Demokratis

SABTU, 12 MEI 2018 | 08:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membakar semangat dan meminta para kader untuk bekerja keras memenangkan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Kita ini akan tarung, secara demokrasi dan demokratis, tidak menggunakan kekerasan," kata Megawati dalam pidato politiknya saat Apel Siaga di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/5).

Dalam apel siaga yang mengambil tema "Tetap Setia Megawati, Setia NKRI" itu hadir 70 ribu kader PDIP se Jateng, seluruh anggota Fraksi PDIP di DPR RI, serta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Apel siaga digelar untuk menyamakan langkah kader PDIP dan tegak lurus pada instruksi partai.


Megawati seperti dalam keterangan tertulisnya berharap, lautan kader PDIP di Jateng juga terjadi di Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan provinsi lainnya.

"Supaya bisa dilihat bahwa kita kalangan nasionalis yang cinta Pancasila akan tetap berdiri kokoh mempertahankan Pancasila itu. Tanpa Pancasila tidak ada Indonesia dan NKRI," ujar Presiden kelima RI tersebut disambut tepuk riuh peserta apel.

Megawati mengingatkan, kemenangan politik harus diraih dengan cara yang demokratis sesuai kehendak rakyat. Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu lalu menyampaikan bahwa pergantian kekuasaan dapat dilakukan melalui pemilu, bukan dengan cara lainnya.

"Masa urusan Presiden bikin kaus ganti presiden? Saya bilang, kok enak banget, kayak enggak tahu aturan di Republik Indonesia. Untuk apa kita ada pilkada, pileg, pilpres?  Ya nanti, kalau mau pasang jagonya, ya pasang sana, saya kan sudah deklarasikan Pak Jokowi," ucap Megawati.

Kemudian, Megawati mengajak generasi milenial atau pemilih pemula menyadari pentingnya berpartisipasi dalam pemilu untuk memilih pemimpin yang merakyat dan mejaga kedaulatan NKRI.

"Milenial harus sadar sesadar-sadarnya, mereka adalah bagian demokrasi Indonesia yang harus ngerti seperti apa Republik ini didirikan, seperti apa sulitnya," ungkap Megawati.

Dia menyampaikan kekhawatirannya terhadap kelompok tertentu yang ditengarai berusaha mengubah ideologi Indonesia. Kelompok yang dimaksud Megawati diantaranya adalah kelompok teroris yang menyerang anggota polisi di Mako Brimob, Kelapa Dua beberapa waktu lalu.

"Lalu ada sebagian dari mereka, yang sepertinya ingin mengubah segalanya. Saya generasi tua, tapi saya tidak akan menerima negara kita diobrak-abrik semaunya sendiri," ujar Megawati.

"Satu untuk semua, semua untuk satu, mereka menebarkan kebohongan, apakah itu akan kita terima? Sebagai orang yang mendapatkan hak menjadi warga negara Republik Indonesia, tentu tidak boleh kita terima saudara-saudara, karena hidup ini adalah demi Republik Indonesia," pungkas Megawati menambahkan. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya