Berita

Anton Tabah Digdoyo/Net

Politik

Disayangkan Ada Keluarga Bung Karno Yang Gagal Pahami Islam

SELASA, 03 APRIL 2018 | 10:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Setelah Megawati Soekarnoputri, kini sang adik Sukmawati Soekarnoputri yang mendapat sorotan karena mempertentangkan antara Islam dan Pancasila.

Sukmawati dalam pusinya "Ibu Indonesia" seakan menyudutkan syariat Islam, cadar dan juga suara azan.

"Kita prihatin kenapa ada keluarga tokoh proklamator yang gagal memahami akidah iman, Islamnya sebegitu parah ya?" kata Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Irjen Pol (Purn) Anton Tabah Digdoyo, Selasa (3/4).


"Tahun lalu Mbakyunya (Megawati) di pidato resmi PDIP mengaku heran pada orang-orang yang mempercayai ada kehidupan setelah mati padahal mereka belum pernah mengalaminya? Itu berarti ia tak percaya alhirat kan? Kini, Sukmawati melecehkan syariat yang sangat dimuliakan, diagungkan dan dihormati umat Islam sedunia, azan dan jilbab," tuturnya menambahkan.

Baca: Puisi Sukmawati Sudutkan Syariat Islam, Cadar dan Adzan

Jelas Anton Tabah yang juga aktif di ICMI dan KAHMI Pusat, saking mulianya azan, Nabi Muhammad SAW melarang berbicara ketika mendengar azan dikumandangkn. Dalam sabdanya yang masyhur, 'siapa yang bicara ketika dengar azan dikumandangkan ia akan kepayahan ketika sakaratul maut'.

"Begitulah keagungan azan, kok dilecehkan," imbuhnya.

Tokoh-tokoh seperti ilmuwan Barat juga banyak yang kagum dengan azan tanda waktunya umat Islam untuk berdoa bahkan banyak di antara tokoh-tokoh tersebut yang menjadi mualaf.

"Antara lain, Prof. Garry Miller pakar matematika, bahkan aktor dan sutradara AS ternama pemenang academy award Morgan Freeman yang Nasrani itu bilang bahwa azan tanda waktu-waktu berdoa umat Islam adalah suara terindah di dunia yang ia dengar," ungkap Anton Tabah.

Demikian pula tentang jilbab bagi kaum muslimah kini digandrungi wanita-wanita non muslim karena ternyata ajaran Islam tentang jilbab justru menaikan kehormatan kaum hawa. Satu persatu kebenaran Islam terkuak dengan saintek dan peradaban yang lebih humanis.

"Saya sarankan untuk Sukmawati jika tak tahu syarat Islam, belajarlah syariat Islam jangan malah melecehkan," terangnya.

"Mungkin karena tidak percaya adanya Allah atau adanya akhirat ya enggak usah bersandar pada Allah pada Pancasila dan UUD 1945 saja yang tegas pada Pasal 28 dan 29 UUD tersebut bahwa Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa dan setiap warga negaranya wajib beragama dan menjalankan ajaran agamanya sesuai kitab sucinya," demikian Anton Tabah menambahkan. [rus]

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Anomali Hukum Acara Pidana dalam Kasus Mantan Jampidsus

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:14

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Alat Negara

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:04

Gejolak Iran-AS Perpanjang Krisis Energi Global, Indonesia harus Belajar dari India

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:41

Hotman Paris Harus Percaya Diri, Tak Perlu Bawa Presiden di Kasus Febri Ardiansyah

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:17

Jerat Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 | 20:37

Polda Jateng Diminta Profesional Tuntaskan Sengkarut Proyek SMKN 1 Lumbir

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:57

Polisi Gelar Patroli Nobar Final Argentina vs Spanyol

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:22

KPK Usul Negara Biayai Alat Kampanye Pemilu

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:35

Wamenaker Ingin Sinergi SP Pegadaian dan Manajemen jadi Role Model BUMN Lain

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:05

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:53

Selengkapnya