Berita

Fadli Zon/Net

Politik

Fadli Zon: Uni Soviet Bubar Gara-Gara Gorbachev Lemah Dan Suka Pencitraan

MINGGU, 25 MARET 2018 | 00:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dijaga dengan sepenuh tenaga dan usaha. Jangan sampai mengalami disintegrasi seperti Uni Soviet atau Yugoslavia.

Negara besar seperti Uni Soviet atau Yugoslavia bisa pecah atau bubar jika tidak dijaga kekuatan-kekuatan yang menyatukannya. Ada kondisi domestik ada juga geopolitik yang berpotensi merongrong negara besar.

Begitu kata Wakil Ketua Umum Fadli Zon yang mencoba menjelaskan arti dari pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia bisa bubar di tahun 2030.


"Apa yang disampaikan Pak Prabowo: ada kajian/ramalan/prediksi yang ingin RI bubar oleh pihak lain/luar. Inilah peringatan agar wadpada," jelasnya dalam akun Twitter @fadlizon, Sabtu (24/3).

Ia kemudian bercerita tentang prediksi yang ditulis oleh intelektual pembangkang pemerintah Soviet, Andrei Amalrik pada tahun 1969. Almarik kala itu menulis tentang “Will The Soviet Union Survive until 1984?” atau “Akankan Soviet Bertahan hingga 1984?”.

Terjadi polemik hebat atas tulisan ini,  karena Soviet adalah superpower yang kuat, baik di bidang militer maupun bidang lainnya. Namun kenyataannya, Uni Soviet bubar dan pecah menjadi 15 negara pada tahun 1991.

"Ini akhir yang tragis bagi sebuah adidaya yang pernah digjaya bahkan menguasai antariksa," jelasnya.

Fadli menyebut bahwa ada faktor internal dan eksternal yang melatari sebuah negara adidaya bubar. Jika berkaca dari Soviet, maka faktor internal tentu karena kepemimpinan Mikhael Gorbachev yang lemah.

"Gagal atasi stagnasi ekonomi, glastnost berhasil, perestroika yang gagal. Belum lagi tragedi Chernobyl yang makan biaya. Konflik komunal dan etnis. Munculnya gerakan etnonasionalis di beberapa negara bagian," lanjutnya.

Sementara faktor eksternal antara lain Perang Dingin dan geopolitik yang membuat Uni Soviet menghadapi kekuatan-kekuatan yang mendorongnya untuk berubah.

"Tentu ada juga negara yang ingin RI lemah bahkan bubar agar negara itu diuntungkan. Keadaan inilah yang harus dilawan. Mereka takut RI kuat," jelasnya.

Salah satu cara membuat lemah adalah ketergantungan dan pemimpin yang lemah. Kepemimpinan lemah tentu jadi ancaman bagi ekonomi politik.

"Apalagi pemimpin lemah seperti Gorbachev dulu suka dengan pencitraan dan dipuji-puji asing. Di dalam negeri kondisi ekonomi bobrok," jelasnya.

"Jadi apa yg disampaikan Pak Prabowo justru sebuah peringatan, jangan sampai kita gagal, jangan sampai kita bubar. Kita harus membela RI dengan semua upaya. Jangan lengah, jangan terlalu percaya diri, jangan sampai terjadi disintegrasi sosial apalagi disintegrasi teritorial. NKRI harus kuat," tukasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya