Berita

Foto/Net

Hukum

Orang Kaya Bebas Atur Hukum

Bos LPSK Prihatin
RABU, 21 MARET 2018 | 10:38 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Keadilan baik di bidang hukum, sosial maupun ekonomi adalah keadilan yang menempat­kan manusia sebagai makhluk berdaulat dan bermartabat. Selain keadilan, ciri negara demokrasi adalah persamaan. Negara tidak boleh membeda-bedakan siapapun dalam me­naati undang-undang.

Hal ini dinyatakan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional "Perlindungan Saksi dan Pemenuhan Hak Korban sebagai Bentuk Reformasi Peradilan Pidana" yang diselenggarakan Fakultas Hukum Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta, Senin (19/3) lalu. "Semua orang sama, tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain,"  tegasnya.

Haris mengatakan, berbicara mengenai keadilan dan per­samaan, seperti yang pernah dikemukakan Mohammad Natsir sebagai ciri yang harus dimi­liki suatu negara demokrasi, tentu masih akan sangat relevan dengan kondisi kita dalam ber­bangsa dan bernegara pada saat sekarang.


Apalagi, kedua semangat itu perlahan terasa mulai terkikis. Hal itu dapat terlihat dari berba­gai fenomena yang terjadi.

Kondisi sekarang dimana ketidakadilan merajalela, menu­rutnya, diperburuk dengan ting­kah orang yang memiliki kuasa dan materi berlimpah, yang den­gan leluasa mengatur hukum dan menghindar dari hukuman.

"Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang lemah, yang tidak memiliki kekuasaan, apal­agi memiliki materi berlimpah? Apakah mereka tidak punya hak hidup aman dan nyaman di negara ini?"  ujar dia

Haris mengutip beberapa ahli, tujuan negara berkaitan dengan jaminan atas hak hidup, hak atas badan, kehormatan maupun hak atas kemerdekaan. Tujuan negara juga menjunjung tinggi hak dan kebebasan warganya, yang berarti negara harus menja­min kedudukan hukum individu dalam negara.

"Berbicara mengenai ketidaka­dilan, kita akan sulit berpaling dari penderitaan yang dirasakan korban tindak pidana. Mereka tentu tak pernah berpikir, apalagi berharap ingin menjadi sasaran kejahatan. Kejahatan bisa ter­jadi karena negara telah lalai menjaga keselamatan warganya. Dalam satu tahun saja, berapa banyak kejahatan yang terjadi?"  ungkap Semendawai.

Rektor UII Yogyakarta Nandang Sutrisno menambahkan, sebagai negara hukum, supre­masi hukum mutlak ditegakkan. Untuk itulah, peran generasi muda, termasuk mahasiswa sangat dinantikan.

"Hukum harus jadi senjata dan mahasiswa menjadi pan­glimanya," katanya, di hadapan 200 mahasiswa delegasi dalam UII Law Fair 2018 yang bekerja sama dengan LPSK. ***

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya