Berita

Skipal dan putrinya/Net

Dunia

Pakar Internasional Selidiki Agen Saraf Yang Serang Eks Mata-mata Rusia

SENIN, 19 MARET 2018 | 13:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pakar internasional dijadwalkan akan berada di Inggris awal pekan ini untuk melakukan tes dan menentukan jenis agen saraf yang digunakan untuk meracuni mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury awal Maret ini.

Sebuah tim dari Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) akan mengunjungi basis penelitian militer di Porton Down di Wiltshire.

Para ahli di situs tersebut sebelumnya mengatakan bahwa agen tersebut merupakan tipe yang pertama kali dikembangkan oleh orang Rusia.


Delegasi dari OPCW yang berbasis di Belanda, yang melarang larangan senjata kimia, juga akan bertemu dengan detektif senior.

Mereka telah diundang oleh Inggris untuk secara independen memverifikasi agen saraf yang digunakan dan akan memakan waktu setidaknya dua minggu untuk mengetahui hasilnya.

Inggris menuding Rusia ada di balik serangan ini. Namun Presiden Rusia Vladimir Putin berkali-kali menolak tuduhan tersebut. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya