Berita

Foto: Sesdilu Pusdiklat Kemlu

Politik

Harus Fokus Benahi Jakarta, Anies Baswedan Jangan Tergoda Ikut Pilpres

KAMIS, 15 MARET 2018 | 05:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peserta Diklat Diplomat Muda Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kementerian Luar Negeri, di Jakarta, Rabu (14/3), cukup antusias mengikuti materi-materi yang disampaikan oleh narasumber.

Dalam sesi dengan pembicara wartawan senior Teguh Santosa, berbagai pertanyaan diajukan peserta. Ada yang bertanya tentang aplikasi dari gagasan poros maritim dunia, juga ada yang bertanya tentang nasib Indonesia bila mengadopsi kebijakan One Belt One Road (OBOR) yang diinisiasi oleh Republik Rakyat China (RRC).

Ada juga yang mengajukan pertanyaan agak keluar dari tema "Indonesia Sentris: Quo Vadis" yang disampaikan Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) itu.    


Seorang peserta menyampaikan keprihatinannya terhadap tata kelola pembangunan Jakarta yang bukan semakin baik, malah semakin buruk dalam sepuluh tahun terakhir.

Menjawab pertanyaan mengenai tata kelola pembangunan Jakarta itu, Teguh mengatakan, dirinya yakin pemerintahan DKI Jakarta yang kini dipimpin Anies Baswedan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membaca dan memetakan persoalan yang ada.

Karena itulah, dia meminta agar Gubernur Anies Baswedan konsisten dan fokus membenahi Jakarta hingga 2022, serta tidak terpancing ikut dalam kompetisi Pilpres 2019.

"Kalau jabatan publik di Jakarta ini hanya dijadikan batu loncatan, saya khawatir pekerjaan membenahi Jakarta tidak akan tuntas, dan kita akan terus mengulang dari titik nol. Saya berharap Gubernur Anies Baswedan konsisten memimpin hingga 2022," demikian Teguh. [rus]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya