Berita

Hidayat Nur Wahid/Humas MPR

Memahami Dan Mengamalkan Empat Pilar Adalah Benteng Pertahanan

RABU, 14 MARET 2018 | 05:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan mencintai Indonesia perlu ditanamkan kepada generasi muda.

Demikian disampaikan HNW saat menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR di Pondok Pesantren Baitul Hidayah, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/3).

Salah satu kiat untuk menanamkan cinta tanah air, menurut HNW, dengan melakukan sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada seluruh komponen bangsa.


Di hadapan ratusan santri, HNW menuturkan dengan sosialisasi, diharapkan generasi muda menjadi paham mengenai Empat Pilar MPR.

"Penting bagi santri untuk memahami Empat Pilar. Ibarat pepatah, 'tak kenal maka tak sayang'. Supaya sayang makanya kita perlu kenal," ujarnya.

HNW memaparkan dengan mengenal Empat Pilar membuat kita semakin mengenal Indonesia dan selanjutnya mencintainya.

Mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dirasa wajib sebab dalam era globalisasi, bangsa ini berada dalam ancaman memudarnya nilai-nilai moral seperti maraknya peredaran narkoba, pornografi dan informasi hoax.

HNW berharap agar seluruh komponen masyarakat saling mengingatkan dan bisa bekerjasama untuk kebaikan sehingga tidak terkena masalah-masalah seperti di atas.

"Ini harus kita pahami agar Indonesia tidak terkena berbagai dampak dari kondisi darurat," tegasnya.

HNW hadir di Pesantren Baitul Hidayah, selain untuk memberi Sosialisasi Empat Pilar, juga dalam rangka memperingati milad pesantren. Dia berpesan agar Baitul Hidayah melanjutkan perjuangan dan sejarah yang telah dituliskan oleh para kiai atau ulama terdahulu.

"Pesantren dan ulama mempunyai peran nyata dalam kehidupan bangsa. Indonesia ada karena perjuangan ulama dan umat Islam," ungkapnya. [rus]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya