Berita

Nusantara

Festival Cap Go Meh Singkawang Bukti Keberagaman dan Toleransi Bangsa

KAMIS, 01 MARET 2018 | 22:46 WIB | LAPORAN:

Kota Singkawang, Kalimantan Barat adalah satu dari sekian banyak daerah di Indonesia yang tidak hanya menjadi bukti kayanya negeri ini dengan keberagaman, adat istiadat dan budaya, tapi juga dengan solidaritas dan toleransi.

Hal itu dikatakan Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma di sela-sela pelaksanaan acara Festival Cap Go Meh yang dilangsungkan di Singkawang, 1-2 Maret 2018.

Sebagaimana diketahui, dalam budaya dan tradisi masyarakat suku Tionghoa, pada setiap hari ke-15 Tahun Baru Imlek mereka akan menyelenggarakan perayaan Cap Go Meh yang secara harfiah dalam Bahasa Mandarin berarti malam ke-15 dalam kalender China.


Di Singkawang, datangnya malam ke-15 Imlek yang jatuh pada tanggal 2 Maret 2018, dirayakan secara besar-besaran dalam bentuk penyelenggaraan Festival Cap Go Meh 2018.

Menurut Lieus, perayaan Cap Go Meh di Singkawang telah berhasil menjadi destinasi wisata baru yang menarik puluhan ribu pengunjung tidak hanya dari Indonesia tapi juga dari negara-negara di kawasan ASEAN dan China.

"Ini satu wujud dari kekayaan budaya bangsa Indonesia yang tumbuh dari akar tradisi nenek moyang orang Tionghoa. Saya ikut senang karena sejak beberapa tahun lalu di Singkawang tradisi ini telah menjadi event pariwisata yang mendatangkan banyak wisatawan," katanya.

"Di tahun 2018 ini, di bawah pimpinan walikotanya, ibu Tjhai Chui Mie yang belum genap setahun menjabat, festival Cap Go Meh Singkawang berhasil memecahkan 4 rekor MURI sekaligus. Ke empat rekor MURI tesebut adalah lampion terbanyak, gerbang Cap Go Meh terbesar, parade Tatung terbanyak dan replika Naga terbanyak," tambah Lieus.

Lieus yang hadir sebagai undangan khusus di Festival Cap Go Meh Singkawang 2018, menyebut apa yang dilakukan Pemkot Singkawang adalah suatu yang patut diapresiasi. Apalagi, katanya, meski yang ditonjolkan adalah adat budaya dan tradisi masyarakat Tionghoa, namun pelaksanaannya tidak lepas dari semangat merawat dan menjaga persatuan Indonesia.

"Orang Tionghoa percaya, selama Cap Goh Meh para dewa akan berkumpul sehingga Tahun Baru Imlek menjadi saat yang paling baik untuk bersyukur dan berdoa kepada Tuhan yang Maha Kuasa," katanya.[dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya