Masih jauh pencapaian target Penyerapan Anggaran PemerÂintah Provinsi DKI Jakarta Rp 7 triliun per bulan. Dalam dua bulan berjalan penyerapan angÂgaran 2018 baru 6 persen atau sekitar Rp 4 triliun.
DPRD menilai perencanaan yang buruk dan tidak adanya skala prioritas menjadi peÂnyebabnya, sehingga penyÂerapan anggaran belum tercapai sesuai target.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Syahrial mengatakan peÂnyerapan anggaran merupakan tolok ukur kinerja pemprov DKI. Rendahnya serapan menunjukÂkan kualitas kerja yang buÂruk. "Melihat kondisi sekarang ini kualitasnya jauh di bawah Ahok," katanya, kemarin.
Indikator lainnya, yakni lelang pembangunan yang baru Rp 200 miliar. Padahal, dibandingkan tahun lalu proyek yang dilelang mencapai Rp 5,4 triliun. "Proyek pembangunan itu pada waktu yang sama, bulan sama, tahun beda itu jomplang sekali," kata.
Menurutnya, rendahnya peÂnyerapan dan sedikitnya proyek yang dilelang menunjukkan pemerintahan sekarang tidak memiliki sasaran yang jelas dalam membangun Jakarta. Gubernur dan Wakil Gubernur dinilai terlalu sibuk mengurus kepentingan pribadi yakni meÂmenuhi janji kampanye.
"Kepentingan warga dikorÂbankan. Yang ada sekarang ini Gubernur memenuhi janji kampanye inilah, itulah. PadaÂhal, janji-janji itu sering kali bukan kepentingan mayoritas. Bahkan cenderung membohongi rakyat karena janji itu tidak bisa dipenuhi lantaran adanya aturan," tegasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Fraksi Gerindra Muhammad Taufik menilai, Pemprov DKI harus segera melakukan evaluasi agar penyerapan anggaran dapat lebih baik lagi.
"Evaluasi eksekutif saya kira itu segera dilakukan. Kami melihat dari faktor perencanaan yang menurut saya kurang baik, ke depan enggak boleh lagi," ucap dia.
Nantinya, lanjut Taufik, DPRD DKI akan berkomunikasi denÂgan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mendisÂkusikan permasalahan tersebut.
"Jadi kita enggak mau lagi ada seperti yang disampaiÂkan Menkeu bulan November uang DKI di bank (ada) Rp 20 triliun. Enggak boleh lagi besar di ujung, kalau besar diujung nanti penyimpangan banyak," kata Taufik.
Sebelumnya, Wakil GuberÂnur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pemprov DKI telah menetapkan target penyerapan Anggaran Pendapatan dan BeÂlanja Daerah (APBD) DKI 2018. Dia menargetkan penyerapan anggaran ditetapkan sebesar Rp 6-7 triliun per bulan.
"Kita ingin penyerapannya itu per bulan antara Rp 6 sampai Rp 7 triliun," ujar Sandi.
Dengan target tersebut, Sandi berharap tiap kuartal, serapan anggaran DKI dapat mencapai Rp 20 triliun. "Kalau tiap kuartal itu Rp 20 triliun mudah-mudahan target yang kita capai Rp 70 triliun lebih itu bisa diwujudÂkan," ujar Sandi.
Untuk mendukung pengoptiÂmalan penyerapan anggaran DKI, Sandi pun telah membentuk tim khusus untuk pengawasan penyÂerapan anggaran. ***