Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menebar program pemberdayaan ekonomi dan pesantren di Sumatera Barat.
Dilakukan dalam perjalanan road show tim Baznas di Ranah Minang selama 21-25 Februari.
"Ini dalam rangka memberdayakan mustahik yang masuk asnaf fakir dan miskin di empat lokasi di Sumbar, yakni ke Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, Agam, dan Kota Bukittinggi," ujar anggota Baznas Irsyadul Halim dalam keterangannya, Senin (26/2).
Untuk menyukseskan roadshow, Baznas mengutus tim amil yang membidangi dakwah, ekonomi dan program pengembangan masyarakat Zakat Community Development (ZCD).
Menurut Irsyad yang juga mantan ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PP Muhammadiyah, ada sejumlah program yang dipersembahkan Baznas untuk Provinsi Sumbar. Pertama, bantuan mobil dakwah dan pelatihan kaligrafi digital untuk Yayasan Birrul Walidain di Nagari Pakansinayan, Kecamatan Banuhampu.
Kedua, Baznas pusat menggelar Rapid Rural Apraisal (RRA) atau semacam work shop pendalaman permohonan bantuan untuk pedagang korban kebakaran Pasar Atas Bukittinggi yang sebelumnya mengajukan tambahan bantuan.
"Semua kegiatan ini berkoordinasi dengan Baznas daerah. Seperti di Bukittinggi, ada bantuan dari Baznas daerah sebesar Rp 850 juta untuk mustahik," ujar Irsyad.
Dia menjelaskan, bantuan mobil dakwah dimanfaatkan untuk kegiatan dakwah di lingkungan Nagari Pakansinayan. Selain itu juga bisa digunakan untuk mengangkut santri dari rumah mereka yang berlokasi di perbukitan menuju pesantren.
"Para santri ini adalah mustahik fakir dan miskin," kata Irsyad.
Para santri dari kaum dhuafa itu adalah warga yang tinggal di kaki Gunung Singgalang. Untuk mencapai pesantren untuk sekolah dan mengaji, selama ini mereka menggunakan angkutan umum dengan beberapa kali transit. Bahkan ada santri yang terpaksa berjalan kaki karena tak punya ongkos.
Irsyad menambahkan, Bagian ZCD Baznas juga melakukan survei untuk menyalurkan bantuan program pengembangan masyarakat.
"Ini adalah zakat produktif untuk mendorong usaha masyarakat agar kelak bisa mengubah nasibnya dari mustahik menjadi muzaki," ujarnya.
Dia memaparkan, Baznas sudah banyak menyalurkan bantuan untuk masyarakat Sumbar, seperti bantuan tunai langsung, bantuan modal usaha untuk korban kebakaran Pasar Atas dan Pasar Terminal Aur Kuning, pengembangan ZCD di Kabupaten Dharmasraya, Tanahdatar, Limapuluh Kota, dan sebagainya.
"Semua tentu berkoordinasi dengan Baznas Provinsi Sumbar dan Baznas kabupaten/kota terkait, sesuai tugas Baznas pusat menurut Undang-Undang 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat yakni menjadi koordinator zakat nasional," papar Irsyad.
[wah]