Berita

Foto/Net

Nusantara

Sebelum Akun Dihapus Onan Minta Maaf Ke Rakyat Indonesia

SENIN, 26 FEBRUARI 2018 | 07:16 WIB | LAPORAN:

Komikus Jepang, Onan Hiroshi meminta maaf setelah karya komik yang menggambarkan Presiden Joko Widodo sebagai pengemis dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dikecam masyarakat Indonesia.

Melalui akun Twitter pribadi @hiroshionan Onan menuliskan permintan maaf sebesarnya karena karyanya yang telah berlebihan.

Tidak hanya menulis permintaan maaf, Onan juga mengunggah foto dirinya yang sedang bersujut dengan kedua tangan didepan dan saling menutup. Permintaan maaf dan foto dikicaukan pada Minggu (25/2).


"Saya minta maaf. Pengemis itu ekspresi yang sangat berlebihan. Saya sangat menyesal, saya malu, saya menarik kembali foto (komik) itu. Maafkan saya,” tekan Onan Hiroshi," ujarnya.

Untuk diketahui, Komik Onan Hiroshi ini diunggahnya di di akun twitternya, @hiroshionan dalam dua bagian.

Unggahan pertama pada 20 Februari 2018 kemarin, yang kedua pada 23 Februari 2018. Caption postingan itu ditulis dalam bahasa Jepang yang artinya, "Kereta Cepat Pengemis".

Komik itu menggambarkan bagaimana hubungan Jokowi dan pemerintah Cina serta Jepang dalam pembangunan proyek yang groundbreaking dilakukan Januari 2016 itu. Dari gambar yang di postingnya Jokowi digambarkan dengan tubuh membungkuk setengah bersimpuh. Tangan Jokowi memegang PM Abe untuk memohon agar Jepang mau mengambil alih proyek kereta cepat dari China.

PM Abe digambarkan diam seribu bahasa, tak mau meladeni permohonan Jokowi. Sementara di samping PM Abe, terdapat tiga warga Jepang yang marah melempari Jokowi memakai batu. Ketiga orang itu juga digambarkan mengejek Jokowi sebagai pengemis.

Akun twitter @hiroshionan sekarang sudah dihapus, begitu juga akun Facebook dengan nama Onan Hiroshi. [nes]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya