Berita

Foto: Ist

Nusantara

Jenderal Gatot Ajak Umat Islam, TNI, dan Polri Jaga Ulama

MINGGU, 25 FEBRUARI 2018 | 21:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kekayaan alam Indonesia suatu saat akan membuat iri bangsa lain. Salah satu cara yang dilakukan bangsa lain untuk menguasai kekayaan Indonesia adalah dengan melakukan adu domba sesama rakyat Indonesia.

Begitu jawaban mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang mengutip kalimat Proklamator RI, Soekarno, saat ditanya oleh Pimpinan Majelis Al Ihya Insan Kamil Bogor tentang kasus “orang gila” yang marak melakukan kekerasan terhadap ulama. Sebanyak 5 ribu lebih jamaah hadir dalam pengajian ini.

"Di Maluku pernah dicoba di adu domba antara Islam dengan Nasrani, di Poso hal yang sama juga terjadi. Di Kalimantan Barat suku Dayak dengan Madura. Usaha tersebut gagal dan tidak meluas secara nasional,” ujarnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima, Minggu (25/2).


Jenderal Gatot menjelaskan bahwa saat ini para ulama sedang memainkan peran sentral dalam mendinginkan suasana. Namun di tengah aksi itu, ada yang menginginkan Indonesia seperti Suriah, yaitu adu domba sesama Islam.

"Sebab cara yang paling mudah menghancurkan Indonesia adalah melalui ancaman kepada para ulamanya,” sambungnya.

Dia menjabarkan bahwa ulama sejatinya adalah pewaris ajaran nabi. Bahkan, kata Gatot, ada hadist yang menyebut satu ulama setara dengan 10 ribu umat.

"Dalam surat Ali-Imran 18 para ulama malah disejajarkan dengan malaikat,” urainya menukil Alquran.

Para ulama dan ajaran yang dibawa, sambung Gatot, dapat menjaga sebuah negara dari azab Allah SWT. Kalau sudah tidak ada lagi ulama, negara ini bisa sangat mudah dihancurkan.

"Oleh karenanya sekali lagi saya menyampaikan agar kita selalu waspada. Bahwa perbedaan adalah ciptaan-Nya. Simpan dalam-dalam perbedaan, mari tonjolkan persamaan. Umat Islam, TNI dan Polri bersama menjaga para ulama. Maka mari kita satukan hati untuk Indonesia,” ajak Jenderal Gatot.

Di Indonesia, peran ulama dalam pendirian negara sangat besar. Sejarah mencatat, revolusi jihad adalah hasil inisiatif dari KH Hasyim Ashari. KH Hasyim Ashari kemudian bersama “Singa Siliwangi” KH Abbas bin Abdul Jamil memimpin pasukan jihad  berperang melawan sekutu.

"Ini semua terjadi pada saat TNI (BKR) baru berumur 35 hari. Tidak bisa dipungkiri peran umat Islam melalui para ulamanya sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan lalu,” tukasnya. [sam]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya