Berita

Adhyaksa Dault/Kwarnas Gerakan Pramuka

Nusantara

12 April Diusulkan Jadi Hari Bapak Pramuka Indonesia

MINGGU, 25 FEBRUARI 2018 | 07:34 WIB | LAPORAN:

Jika tanggal 22 Februari diperingati sebagai Hari Bapak Pandu Dunia (Hari Baden Powell), Indonesia juga seharusnya punya Hari Bapak Pramuka Indonesia. Apalagi, Indonesia punya tokoh penting gerakan kepanduan dalam diri Sultan Hamengku Buwono IX yang lahir pada tanggal 12 April 1912.

Hal itu disampaikan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka di Hotel Royal Safari Garden, Cisarua, Bogor, baru-baru ini.

Adhyaksa mengemukakan, Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pertama memiliki andil sangat besar dalam sejarah berdiri dan berkembangnya Gerakan Pramuka. Dia digelari sebagai “Bapak Pramuka Indonesia.”


"Kami usulkan dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas), bahwa 12 April sebagai hari kelahiran Sultan Hamengku Buwono IX adalah Hari Bapak Pramuka Indonesia. Jadi, setiap tanggal 12 April, saya mohon kepada Kakak-kakak di daerah ada renungan," ujarnya.

Bagi Adhyaksa, selain Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX juga Bapak Bangsa Indonesia. Perjuangannya diakui sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia, sehingga pantas Sultan HB IX dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah. Di dunia ini, banyak orang berharap uang, pamrih dari jabatan, namun tidak dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pertama itu.

"Di awal kemerdekaan, Kak Sultan menyumbang 6,5 juta Gulden untuk membiayai kebutuhan pemerintah Indonesia di masa-masa yang teramat sulit. Yogyakarta sudah tidak punya apa-apa lagi, silakan lanjutkan pemerintahan ini di Jakarta, begitu kata Kak Sultan ketika menyerahkan uang tersebut. Hal ini membuat Soekarno tak sanggup menahan air matanya," ulas Adhyaksa.

Banyak kisah keteladanan dari Sultan HB IX yang belum diketahui generasi sekarang. Berdiri dan hidupnya Gerakan Pramuka di 34 provinsi hingga sekolah-sekolah di Indonesia, bahkan di luar negeri hari ini tidak lepas dari andilnya.

Setelah diamanahi sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka oleh Presiden Soekarno pada 1961, Sultan HB IX langsung bekerja. Ia mengimbau agar setiap provinsi membentuk Kwartir Daerah. Imbauan ini disambut baik oleh seluruh provinsi. Perlahan namun pasti Gerakan Pramuka menjadi pilihan utama pembentukan karakter generasi muda di berbagai daerah, dengan ciri khas kegiatan luar ruangannya yang membahagiakan anak-anak Indonesia.

“Hari ini kita menyaksikan di seluruh wilayah NKRI, ratusan ribu bahkan jutaan Pramuka dengan ikhlas turun ke jalan sebelum dan sesudah lebaran dengan tujuan melancarkan mudik, membantu pemerintah, membahagiakan masyarakat. Di stasiun kereta api, bandara udara, terminal bis, pelabuhan, di jalan raya, di pasar-pasar, dan lain-lain," paparnya.
 
Pramuka adalah relawan-relawan tangguh yang selalu hadir saat hari-hari besar keagamaan, kebakaran hutan, kecelakaan, dan bencana alam di Indonesia. Lima tahun terakhir ini, bahkan Pramuka ikut membantu bencana alam dan masalah kemanusiaan di Myanmar, Nepal, Somalia, Sudan, Sudan Selatan, Kenya, Ethiopia, Afrika Tengah Uganda, Kongo, Angola, Nigeria hingga Suriah dan Palestina.

Ada ratusan ribu Pramuka yang saat teman-teman seusianya merayakan malam pergantian tahun, namun Pramuka justru sibuk di jalan melawan debu demi lancarnya lalu lintas. Pramuka dan keikhlasan adalah dua kata yang sampai kapanpun tidak bisa dipisahkan.

"Di usia Gerakan Pramuka yang sudah 56 tahun ini, tantangannya semakin beragam. Generasi hari ini perlu visi kuat serta akhlak yang baik. Salah satu metode paling efektif dalam pendidikan budi pekerti adalah dengan menyampaikan fakta-fakta keteladanan, keikhlasan. Dan fakta-fakta tersebut ada dalam rekam jejak Kak Sultan, Bapak Pramuka Indonesia, Bapak Bangsa Indonesia," pungkasnya.[wid]

 

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya