Ketua KPU Kota Surabaya, Nur Syamsi, mengajak seluruh generasi muda daerah tersebut untuk berpastisipasi aktif dalam Pilkada Serentak. Terutama di Pilkada Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim).
"Proses pemilihan adalah sebuah momentum bagi masyarakat untuk memilih calon pemimpin," kata Nur Syamsi dalam siaran persnya, Sabtu (24/2) malam.
Hal iti dikatakan Nur saat menghadiri dialog generasi muda antara KPU dengan komunitas anak muda pecinta seni Kota Surabaya di kedai Dodit, Kota Surabaya, Jumat (23/2) malam.
Menurut Nur, peran generasi milenial yang dikenal juga sebagai Kids Jaman Now, sangat penting dalam menentukan nasib bangsa Indonesia.
Bangsa yang telah disepakati untuk dikelola secara demokratis melalui sistem demokrasi. Ibarat sebuah rumah, paparnya, pintu masuk ke dalam sistem demokrasi adalah melalui sebuah proses pemilihan, baik pemilu, pilkada dan pilpres. Nur menambahkan, proses tersebut, sangat dibutuhkan untuk menentukan bagaimana aktor-aktor politik membina interaksi dengan konstituen pemilih.
Kontribusi masyarakat terutama generasi muda, sangat diperlukan dalam melancarkan proses pemilihan dengan menggunakan hak pilihnya yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih di KPU.
Dengan berbagai perbaikan sistem dan kemudahan yang sudah disiapkan oleh KPU, tidak ada lagi alasan bagi masyarakat dari kalangan generasi muda yang sudah memenuhi syarat, untuk tidak menggunakan hak pilihnya.
"Untuk wilayah Jatim, semua kemudahan yang disiapkan oleh KPU Propinsi dan KPU Kab/Kota, sudah bisa mengakomodir semua warga Jatim untuk menggunakan hak pilihnya," tambah Nur.
Lebih lanjut, Nur Syamsi mengajak generasi milenial untuk mewaspadai berita hoax dan black campaign yang disebarkan melalui media sosial.
Meskipun penyebaran berita hoax belum bisa dideteksi dengan mudah, KPU sudah melakukan antisipasi untuk membatasi penyebaran informasi melalui media sosial.
Salah satu langkah yang disiapkan oleh KPU mewajibkan pasangan calon (paslon), tim kampanye dan relawan paslon mendaftar dan berkampanye secara resmi ke dalam website penyelenggara pemilu tersebut.
Sehingga konstituen yang akan memilih paslon peserta pilkada, lanjutnya, dapat bergabung dengan akun-akun paslon, tim kampanye dan relawan paslon peserta pilkada.
"Dengan demikian paslon, tim kampanye dan relawan paslon peserta pilkada, dapat bertanggung jawab tentang penyebaran informasi melalui akun – akun mereka," tambah Nur.
Jika ditemukan informasi negatif yang tersebar di medsos, yang bukan berasal dari akun paslon dan timnya, maka masyarakat dapat melaporkan kepada pihak kepolisian dan panwaslu, untuk diselidiki lebih lanjut.
"Teman-teman generasi muda dituntut untuk ikut mengawasi penyebaran berita hoax di medsos, jangan terpancing untuk ikut menyebarkan berita hoax, tindakan itu bisa dituntut berdasarkan UU ITE," kata Nur.
Selain dialog interaktif dengan Ketua KPU, acara ini diramaikan juga dengan pertunjukan seni musik akustik dari musisi Ucok. Serta penampilan stand up comedi dari komika Ubed dan komika Yudith.
Dalam penampilannya, para seniman tersebut ikut menyuarakan keprihatinannya terhadap penyebaran berita hoax di medsos. Serta mengajak teman-teman generasi millennial untuk sama-sama memberantas hoax dan black campaign.
"Jangan sampe gara-gara berita hoax, anak-anak muda semakin terpolarisasi, sehingga jadi apatis bahkan golput di pilkada nanti," kata Yudhit.
Oleh karena itu, Yudhit mendorong generasi muda Jatim untuk menggunakan hak pilihnya.
"Mumpung paslon di pilkada Jatim saat ini bagus - bagus, dan saya yakin pilgub Jatim tidak akan terjadi polarisasi masyarakat seperti kasus pilkada di DKI," demikian Yudhit.
[san]