Berita

Foto/RMOLJateng

Nusantara

Temuan Prasasti Di Ungaran Terkait Sejarah Hindu-Budha

SABTU, 24 FEBRUARI 2018 | 05:28 WIB | LAPORAN:

Penemuan prasasti di Lereng Gunung Ungaran baru baru ini menambah literasi sejarah di Jawa Tengah.

Prasasti ini berasal dari masa Majapahit akhir atau menjelang berakhirnya masa Hindu-Buddha.

Arkeolog Tri Subekso memprediksi prasasti tersebut punya kaitan dengan situs-situs disekitarnya, yaitu Sendang Promasan yang dahulunya merupakan patirthan kuna dan pernah diteliti oleh ahli purbakala Belanda seperti R.T. Friederich dan N.J. Krom.


Prasasti ini, kata Subekso, juga melengkapi data lanskap arkeologi di Pegunungan Ungaran yang lingkup temporalnya membentang dari sekitar abad 8 hingga 15 Masehi.

"Saat ini kita punya dua pijakan data prasasti jika membicarakan periode masa klasik di Kawasan Pegunungan Ungaran, yaitu Prasasti Tuntang berangka tahun 685 Saka atau 763 Masehi dan temuan yang terbaru yaitu Prasasti Gunung Ungaran yang berangka tahun 1373 Saka atau 1451 Masehi ini," jelas Subekso seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Jumat (23/2).

Subekso mengatakan, pihaknya masih perlu melakukan kajian dan diskusi ilmiah lebih lanjut. Namun, temuan ini menjadi kabar menggembirakan di tengah minimnya data tertulis masa klasik.

Dia juga mengatakan, temuan ini berpotensi mengisi kekosongan penulisan sejarah kebudayaan masa Hindu-Buddha di Jawa Tengah yang selama ini ditempatkan dalam kronologis abad 8 hingga 10 Masehi, sebelum akhirnya beralih ke Jawa Timur abad 10 hingga 15 Masehi.

"Masih perlu bahasan lebih untuk mengetahui apa sebenarnya isi dari prasasti itu. Yang jelas tidak jauh kaitannya dengan lingkup Ungaran," kata dia.

Lebih lanjut, Subekso menjelaskan penemuan ini diawali dari informasi seorang warga Suwartono yang biasa melakukan ziarah ke Sendang Promasan. Suatu kali, Suwartono menyempatkan diri mengunjungi lokasi situs dan lantas menyampaikan hal tersebut.

Suwartono, sambung Subekso menduga batu yang dijumpainya memiliki tulisan mirip huruf kuna namun tertutupi oleh lumut.

Terkait dengan Gunung Ungaran sendiri, Subekso menjelaskan bahwa Gunung tersebut merupakan gunung suci yang menjadi pusat kosmis di wilayah pesisir utara Jawa Tengah.

Menurut naskah Bujangga Manik, Gunung Ungaran bernama Gunung Karungrungan, digambarkan sebagai tempat peninggalan dewa-dewa saat merindukan dewi-dewi.

Dalam teks Bujangga Manik merupakan cerita Sunda kuno tentang perjalanan Bujangga Manik dalam mengunjungi tempat suci di Jawa dan Bali. Bujangga Manik melakukan perjalanan dari Pakuan Padjajaran ke timur dia melewati Gunung Dieng, Gunung Sundara, Gunung Kedu, Gunung Damalung dan Karungrungan. Naskah Bujangga Manik menggambarkan Gunung Ungaran cukup detil.

Subekso menganggap, dari naskah tersebut, gunung dengan ketinggian 2050 mdpl itu sebagai tempat yang suci. Selain itu, Gunung Ungaran juga sebagai inti dari kosmologi masyarakat Jawa kuno di pesisir utara.

"Kalau konsep triloka, membagi ruang kosmologi menjadi tiga, Bhurloka, Bhuwarloka, dan Swarloka. Kalau diterjemahkan lebih kepada, kehidupan manusia, kemudian dunia yang disucikan, dan dunia dewa-dewa," kata dia.

Mahasiswa Magister Arkeologi Universitas Indonesia itu mengacu, temuan prasastinya baru-baru ini, berada di tataran Bhuwarloka. Subekso mengungkap kalau Gunung Ungaran dikelilingi sedikitnya 59 tempat suci. Beberapa di antaranya, enam tempat suci di Semarang, enam tempat suci di Kendal dan 47 tempat suci di Kabupaten Semarang.

"Itu yang sudah teridentifikasi. Bisa jadi bertambah lagi. Bagi saya hal ini mengindikasikan secara kuat bahwa Gunung Ungaran adalah pusat kosmis yang sangat adiluhung," pungkasnya. [nes]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya