Berita

SBY/RM

Politik

SBY: Hingga Saya Diganti Jokowi, Tidak Ada Laporan Masalah Proyek KTP-EL

SELASA, 06 FEBRUARI 2018 | 19:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mau asal dalam menjawab tudingan pengacara terdakwa korupsi proyek pengadaan KTP-el Setya Novanto, Firman Wijaya, yang dalam persidangan kasus korupsi KTP-el pada tanggal 25 Januari lalu menyeret nama SBY.

SBY mengaku mengundang sejumlah pejabat dan menteri terkait proyek ini. Para pejabat yang dipanggil merupakan orang-orang yang mengerti teknis dan operasional proyek ini.

“Karena saya tidak masuk di teknis dan operasional. Saya panggil mantan menkopolhukam, mantan proyek, mantan mendagri, mantan jaksa agung, mantan mensesneg dan mantan menkoperekomian, semua memberi testimoni,” jelasnya dalam jumpa pers di Kantor DPP Demokrat, Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta, Selasa (6/2).


Berdasarkan testimoni itu semua, lanjut SBY, jelas sekali bahwa proyek KTP-el merupakan amanah UU yang telah dilaksanakan dengan sistem yang berlaku dan penuh pertanggungjawaban.

“Akuntabilitas pengawasan diatur dengan seksama, ada organisasi, ada tim pengarah, ada pertemuan perkara yang sesekali dilaporkan ke wapres, dan akuntabilitas dijaga BPK,” jabarnya.

Bahkan, sambung SBY, hingga saat dirinya digantikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 20 Oktober 2014, tidak ada satupun yang melapor kepadanya mengenai masalah dalam proyek ini sehingga harus dihentikan.

“Tidak pernah ada, termasuk kepada yang mengaku melaporkan ada masalah proyek ini kepada saya, Mirwan Amir. Tolong (Mirwan) disampaikan siapa yang dampingi saya (saat menerima laporan). Tidak ada karena memang tidak pernah. Allah juga dengar omongan saya sekarang,” sambungnya dengan nada meninggi.

SBY kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah ikut campur, apalagi mengintervensi proyek KTP-el. Dia menerangkan bahwa dirinya tidak pernah mencampuri semua urusan teknis dan operasional suatu proyek, termasuk KTP-el.

“Tidak pernah SBY ikutan proyek. Silakan dicek,” demikian SBY. [san]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya