Berita

Politik

Generasi Muda PAN Ganjar Jokowi Dengan Kartu Hijau

SELASA, 06 FEBRUARI 2018 | 11:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Generasi Muda Partai Amanat Nasional (PAN) mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo. Mereka menilai Jokowi sapaan akrab Kepala Negara sudah cukup berhasil menjalankan roda pemerintahan.

Generasi Muda PAN diwakili Farazandy Fidinansyah dan Dico Ganinduto. Hal itu disampaikan dalam diskusi yang diadakan di Atjeh Connection, SCBD, Jakarta (Selasa, 6/2). Dalam diskusi tersebut dipaparkan beberapa keberhasilan Jokowi oleh Farazandy dan Dico.

"Kami menilai Presiden Jokowi sudah melakukan perbaikan dalam banyak hal. Infrastruktur dibangun secara masif di seluruh wilayah. Data terakhir yang saya dapatkan, pemerintahan Pak Jokowi berjasa membangun lebih dari 2.000 km jalan baru, 500 km jalan tol, dan setidaknya 25 ribu meter jembatan. Ini sungguh luar biasa," tutur Farazandy yang juga Wasekjen DPP PAN ini.


Apresiasi atas kinerja Jokowi ditandai dengan memberikan alias mengacungkan simbil kartu hijau. Di dunia sepok bola, kartu hijau diberikan sebagai penghargaan kepada pemain yang menjunjung tinggi sportivitas atau fair play.

Sementara itu, Dico menilai bahwa Jokowi sudah berperan aktif dalam menurunkan angka kemiskinan, salah satunya melalui Program Keluarga Harapan (PKH). PKH saat ini penyalurannya dilakukan melalui mekanisme transfer langsung ke rekening penerima bantuan.

"Karena keberhasilan tersebut, kami memberikan kartu hijau kepada Jokowi atas kinerjanya yang berorientasi kemajuan jangka panjang. Jokowi mempersiapkan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Indonesia," ujar Dico yang juga Wabendum DPP PAN ini.

Turut hadir pada acara tersebut Waketum DPP PAN Bara Hasibuan yang juga mendukung langkah Generasi Muda PAN. Bara memberi apresiasi atas pemikiran yang sudah disampaikan oleh para anak muda PAN.

"Saat ini mari kita melihat kepentingan Indonesia yang lebih besar. Jika pemerintah benar mari kita apresiasi. Jika ada yang salah atau kebijakannya kurang tepat, kita ingatkan," ucap Anggota DPR RI ini. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya