Berita

Politik

Jumlah Bencana Menurun Tapi Kerusakan Rumah Meningkat 292 Persen

KAMIS, 01 FEBRUARI 2018 | 21:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kejadian bencana selama Januari tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data BNPB selama Januari 2018 terdapat 204 kejadian bencana, lebih sedikit dibandingkan periode Januari 2017 sebanyak 301 kejadian bencana.

"Selama Januari 2018 kejadian bencana menyebabkan 19 orang meninggal dunia, 48 orang luka-luka, 111.644 jiwa mengungsi dan menderita, 9.291 rumah rusak, dan 57 unit fasilitas publik rusak," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Kamis (1/2).

Adapun selama Januari 2017, sebut Sutopo, bencana yang terjadi di 25 provinsi dan 129 kabupaten/kota menyebabkan 20 orang meninggal dunia, 96 orang luka-luka, 185.814 jiwa menderita dan mengungsi, 2.373 unit rumah rusak dan 106 unit bangunan fasilitas publik rusak.


"Puting beliung adalah bencana yang paling banyak terjadi selama Januari 2018 yaitu sebanyak 90 kejadian, kemudian banjir 53 kejadian dan longsor 51 kejadian. Bencana ini tersebar di 23 provinsi dan 105 kabupaten/kota," imbuh Sutopo.

Dari kejadian bencana dan korban jiwa selama periode Januari 2018 dan Januari 2017 memang terjadi penurunan. Namun, Sutopo menambahkan, untuk kejadian jumlah bencana menurun 32%, banjir menurun 48%, longsor menurun 39%, puting beliung menurun 18%, korban jiwa turu  5% dan jumlah mengungsi dan menderita menurun 40%, serta jumlah kerusakan rumah meningkat 292%.

Sementara itu, melonjaknya jumlah kerusakan rumah disebabkan oleh gempa 6,1 SR di Lebak pada 23 Januari 2018. Selama Januari 2018 terdapat 9.291 unit rumah rusak dimana 1.213 rusaj berat, 2.615 rusak sedang, dan 5.463 rusak ringan.

Dampak gempa 6,1 SR ini telah menyebabkan kerusakan bangunan di 73 kecamatan pada 9 kabupaten/kota di 3 provinsi (Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta). Total terdapat 7.707 unit rumah rusak dimana 986 rusak berat, 2.162 rusak sedang, dan 4.559 rusak ringan. Kerusakan rumah banyak ditemukan di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Sukabumi.[dem]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya