Berita

Nusantara

PILGUB JABAR

PKB Door To Door "Jualan" RK-Uu

JUMAT, 26 JANUARI 2018 | 10:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat akan door to door mengkampanyekan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum pada Pilgub Jabar 2018.

Kampanye dari pintu rumah yang satu ke pintu rumah lainnya atau door to door akan menjadi cara utama PKB dalam mengampanyekan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Jabar 2018.

Ketua DPW PKB Jabar, Syaiful Huda mengatakan hal tersebut akan dilakukan oleh sekitar 2 ribu-an bakal calon legislatif PKB, untuk memenangkan para calon kepala daerah yang diusung dan didukung PKB di Jabar atau kabupaten dan kota se Jabar.


Dari 16 kabupaten dan kota di Jabar yang menggelar pilkada, PKB mencalonkan kadernya di delapan daerah pemilihan. Selain untuk memenangkan para kadernya di pilkada, katanya, hal ini pun untuk menggerakkan mesin partai sejak dini untuk memenangkan Pemilu 2019.

Selain program live in seminggu dalam sebulan yang dilakukan setiap bacalegnya, yakni hidup di tengah masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat, para bacaleg ini diwajibkan mengunjungi 10 rumah dalam sehari untuk menyosialisasikan diri sekaligus calon kepala daerahnya.

"Rencananya bergerak setelah verifikasi faktual. Start 5 Februari 2018 sampai Juni nanti. Canvasing ini cara PKB menarik dukungan warga, belum tahu partai koalisi lainnya. Aktivitas para bacaleg ini dipantau lewat aplikasi, apakah bekerja serius atau tidak," kata Huda di sela Rakorwil DPW PKB Jabar, di Hotel Malka Kota Bandung, Jumat (26/1), seperti dilansir dari RMOLJabar.com.

Kampanye pengerahan massa atau pemasangan media di tempat umum atau jalan, katanya, tidak berdampak besar pada peningkatan elektabilitas dan popularitas. Cara door to door atau pintu ke pintu dan penggunaan media massa atau online dinilai lebih efektif.

Sosialisasi selama ini, lanjut Huda, baru dilakukan kepada para tokoh masyarakat. Sosialisasi RK-Uu, katanya, akan dilakukan terutama di kawasan pantura, yakni daerah yang belum mengenal banyak sosok calon gubernur tersebut, tetapi memiliki basis massa PKB yang besar.

Dalam kesempatan Rakorwil tersebut, Huda mengatakan PKB berupaya melakukan sinkronisasi pemenangan antara pilkada di tingkat kabupaten dan kota dengan provinsi. Walaupun susunan partai koalisi di setiap daerah berbeda, harus tetap diselaraskan supaya meraih semua tujuan partai. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya